Beranda > Dunia Islam > Dianggap Lecehkan Nabi, Bupati Jember Dilaporkan ke Polisi

Dianggap Lecehkan Nabi, Bupati Jember Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 04 Mei 2010 | 16:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jember – Bupati Jember, Mohammad Zainal Abidin Jalal dilaporkan ke polisi, selasa (04/05). Dia dianggap telah melecehkan Nabi Muhammad SAW, dalam ceramahnya di Desa Garahan Kecamatan Silo, pekan lalu. Para pelapor yang menamakan diri ‘Pecinta Rasulullah’ itu dipimpin Kiai Farid Mujib, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Kecamatan Silo.

Saat melapor, Kiai Farid juga didampingi pengacara, Eko Imam Wahyudi, SH. “Saya mewakili umat Islam khususnya di Silo dan seluruh Jember, tidak bisa menerima pernyataan bupati yang mengatakan Nabi Muhammad sombong,” katanya tegas.

Menurut Eko Imam Wahyudi, SH, bupati Djalal telah melakukan penistaan agama (Islam) yang diatur dalam pasal 156 KUHP. Jika dinyatakan terbukti, Djalal terancam hukuman penjara selama empat tahun. “Bukti-bukti sudah cukup seperti rekaman, saksi-saksi, dan pengakuan bupati Djalal di media massa dan dalam Forum Klarifikasi di kediaman ketua MUI Jember,” katanya.

Dalam dua hari terakhir, sejumlah kelompok masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Front Pembela Islam (FPI) Jember, juga sempat melakukan protes. Mereka menganggap, pernyataan Djalal dalam acara ‘bedah potensi desa’ itu merupakan bentuk hujatan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW. “Tidak satupun ahli bahasa yang menyatakan bahwa sombong itu bermakna baik, pasti selalu negatif. Pernyataan itu menyakitkan hati umat Islam,” kata Ketua Front Pembela Islam (FPI), KH Mukmin Mahali.

Menanggapi laporan kepada polisi, Djalal mengaku tidak gentar dan siap menghadapi. Dia mengaku tidak pernah berniat menghina Nabi Muhammad SAW. Saat itu, katanya, yang terlintas dalam benaknya adalah kata “sombong”. Namun, pernyataan “sombong” itu lantas diteruskan dengan kalimat, “tetapi sombong yang bagus, walaupun tidak berpunya, tetap memberi kepada orang lain yang memerlukan,”. “Jangan diputus-putus pernyataan itu. Saat itu, saya justru bermaksud mengajak masyarakat meneladani perilaku Nabi,” katanya.

Dalam kasus ini, Majelis Ulama Indonesia(MUI) Jember mendukung Djalal. Wakil ketua MUI JEmber, Baharudin Rasyid mengatakan, setelah meminta klarifikasi, MUI berkesimpulan bahwa Djalal tidak bermaksud menghina Nabi Muhammad SAW. “Kata ‘sombong’ yang dinyatakan bupati dikaitkan dengan sifat-sifat ‘rajeh ateh’ (berbesar hati). Ini ‘sombong’ dalam konteks bagus. Dan konteks pidato secara kesuluruhan memang tidak melecehkan atau menghina nabi,” kata bekas ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Jember itu.

MAHBUB DJUNAIDY

Kategori:Dunia Islam
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: