Beranda > Seputar Istana > Demokrasi Bukan untuk Dipaksakan

Demokrasi Bukan untuk Dipaksakan

Kompas 

Kompas – 2 jam 59 menit lalu
Demokrasi Bukan untuk Dipaksakan

NUSA DUA, KOMPAS.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, demokrasi bukan sesuatu yang dapat dipaksakan dari luar. Sebaliknya, demokrasi harus ditumbuhkan dari dalam masyarakat itu sendiri atau melalui pemberian kesempatan dan ruang yang lebih luas serta pemberdayaan masyarakat.

Demokrasi yang dipaksakan dari luar, justru dapat menimbulkan komplikasi politik, yang pada akhirnya dapat menguras tenaga dan daya dorongnya. Presiden Yudhoyono menyampaikan hal itu saat membuka Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum/BDF) Ke-3 di Nusa Dua, Bali, Kamis (9/12/2010).

Dalam acara itu, hadir tiga kepala pemerintahan, yaitu Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, Sultan Brunai Darussalam Hasannal Bolkiah dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dan para menteri luar negeri serta utusan dari 71 negara dan peninjau lainnya.

“Berbagai fakta perkembangan dan dinamika selama kurun waktu 10 tahun lamanya, menunjukkan demokrasi di Indonesia telah menghasilkan stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat yang signifikan,” ujar Presiden Yudhoyono.

Belajar dari pengalaman itulah, tambah Kepala Negara, demokrasi bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya.

“Bukan pula sesuatu yang dipaksakan dari luar. Akan tetapi, justru harus ditumbuhkan dari dalam masyarakat itu sendiri (home grown), melalui pemberian kesempatan dan ruang yang lebih luas serta pemberdayaan mereka. Kalau dipaksakan dari luar, bisa menimbulkan komplikasi politik,” lanjutnya.

Presiden Yudhoyono sebelumnya memaparkan pengalaman demokrasinya di Indonesia sejak reformasi tahun 1998-1999 silam, yang telah mengubah tatanan politik, tata kelola pemerintahan dan etika bernegara.

Dicontohkan oleh Presiden di antaranya mulai dari perubahan sistem politik yang sentralistik menjadi desentralistik, pemilihan umum yang berlangsung jujur, adil, terbuka dan transparan, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung serta pemilihan kepala daerah, penyelesaian konflik sampai penanganan kejahatan terorisme.

Iklan
Kategori:Seputar Istana
  1. Desember 10, 2010 pukul 2:23 am

    Intinya Demokrasi kita masih belajar
    Mampir ketempat saya ya
    http://pitaxxx.wordpress.com/

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: