Beranda > Forum Tokoh Lintas Agama > Tokoh Lintas Agama Kecewa, Pertemuan dengan SBY tidak Terbuka dan tidak Live. Istana Diuntungkan.Manipulatif

Tokoh Lintas Agama Kecewa, Pertemuan dengan SBY tidak Terbuka dan tidak Live. Istana Diuntungkan.Manipulatif

Selasa, 18 Jan 2011 09:16 WIB

JAKARTA,RIMANEWS- Para tokoh lintas agama sesungguhnya kecewa sekali karena pertemuan dengan Presiden SBY tidak dilangsungkan secara terbuka dan live oleh media agar rakya melihat dan mendengar langsung dialog mereka. Justru istana yang diuntungkan, dan malah Din Syamsuddin jadi sasaran tembak SBY dengan menyebut bahwa Din-lah yang meminta dialog dengan presiden, padahal itu tidak benar dan bohong.

Demikian disampaikan oleh  Ton Abdillah Has, Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan M Chozin Amirullah MA serta Ketua Umum PMKRI Stefanus Gusma dan Cokro Wibowo  aktivis GMNI Selasa ini (18/1/11).  Ton bahkan menyatakan kalau SBY sungguh-sungguh maka dalam dialog dengan tokoh lintas agama harusnya terbuka dan live oleh televisi dan media agar rakyat tahu apa yang berlangsung. ”Para tokoh lintas agama kecewa, kami juga amat kecewa,”ujarnya mewakili teman-teman muda yang prijhatin dengan kondisi bangsa ini.

”Manipulatif dan tertutup, itulah kesan para aktivis, dan kami menyesalkan bahwa Pak Din Syamsuddin jadi sasaran tembak  istana dan elite penguasa dengan cara mereka yang menampakkan kegagahan sekaligus kepongahan sebagai penguasa yang bohong. Itu bohong,”kata Ir Ton Abdillah Has, mahasiswa pasca sarjana UI.

Sementara Cokro, Stefanus dan Chozin mendesak agar para tokoh lintas agama kembali bertemu dan berdialog serta jangan percayai pemerintah yang bohong dan manipulatif dengan pencitraan untuk ”mendelegitimasi para tokoh agama”, ”Ini terlalu, SBY dan istana mencoba mendelegitimasi para tokoh lintas agama dengan pencitraan dan ketertutupan. jawaban lisan tak dibutuhkan, melainkan tindakan nyata untuk membawa perbaikan kaesejahteraan dan keadilan. Jika SBY Boed gagal, mundur saja, daripada dicap doyan kekuasaan, dan rakus menikmati kekuasaan,” kata Ton,  Chozin, Cokro dan Stefanus.

Tidak Subtantif

Tokoh-tokoh lintas agama mengatakan pertemuan antara tokoh lintas agama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak membahas masalah yang subtansi, Namun tokoh-tokoh lintas agama ini menghargai respon baik dari pemerintah

Hal itu disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/1/2011). Menurut Din Syamsuddin, meski tidak membahas masalah secara subtansial, namun Ketua PP Muhammadiyah itu menghargai dialog yang terbangun antara tokoh lintas agama dan pemerintah.

“Yang paling penting, saya sangat meyakini kekuatan dialog. Dan dialog seperti diajakrkan dalam agama silaturahmi perlu kita lakukan. Sehingga mendorong, sehingga saya prakarasai pertemuan ini. Dan Alhamdulillah direspon dengan baik dan ini sebuah awal yang berlanjut terus, terutama karena belum mencapai subtansi dan akan dibicarakan dalam dialog lanjutan,” jelas Din Syamsuddin.

Senada dengan Ketua PP Muhammadiyah, Ketua Persatuan Gereja Indonesia, Andreas Yewangoe juga mengatakan pertemua yang dilakukan belum menyentuh masalah subtasnsi dan tokoh-tokoh agama lebih pada membacakan kembali peryataan 18 kebohongan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Dalam pertemuan tadi sangat terus terang dan kami sangat terus terang bacakan seruan itu. Dibacakan lagi dan sya kira itu diterima presidan dan akan dikaji. Namun ada hal-hal subtansial yang akan dibahas lagi,” ucapnya.

Andreas mengatakan kedepan tokoh lintas agama akan terus mengawal dan menuntut janji pemerintah untuk melakukan dialog. Selain itu dia juga mengatakan pertemuan ini bukan hanya sekedar membahas kata kebohongan seperti yang disampaikan oleh tokoh lintas agama, namun lebih pada subtansi masalah yg dialami bangsa kita.

Saat ditanya apakah puas dengan pertemuan yang berlangsung dan apa klarifikasi pemerintah, Andreas mengatakan hal tersebut relatif dan mengakui masih kurangnya waktu untuk berdialog. “Sangat relatif. Tapi kalau ada keterbukaan itu saya kira itu baik. Kita akan melanjutkan dan tapi kita akan betul subtansi. Soal klarifikasi, tidak ada waktu bicara mendalam. Karena ketika seorang bicara, Presiden merespon jadi waktunya kurang. Karena itu kawal terus,” tegasnya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: