Beranda > Forum Tokoh Lintas Agama > Seskab: Tokoh Agama Berpolitik Sebaiknya Dirikan Parpol

Seskab: Tokoh Agama Berpolitik Sebaiknya Dirikan Parpol

Antara 

Antara – 2 jam 8 menit lalu
Seskab: Tokoh Agama Berpolitik Sebaiknya Dirikan Parpol

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Kabinet Dipo Alam menganjurkan agar tokoh agama yang melakukan gerakan politik seperti Din Syamsuddin dan Syafie Maarif mendirikan partai politik atau organisasi kemasyarakatan seperti Nasional Demokrat (Nasdem).

“Biar jelas dan terang. Jangan gagak hitam menampilkan diri seperti merpati putih,” katanya di Jakarta, Senin mengomentari tindakan dan pernyataan sejumlah tokoh lintas agama yang dinilai sudah bukan lagi gerakan moral melainkan berpolitik.

Menurut Dipo, pihaknya lebih menghargai Nasional Demokrat yang dipimpin Surya Paloh, karena bentuk dan sosoknya yang jelas sebagai Ormas, sehingga wajar dan sah ketika mengkritik atau menggunakan media miliknya untuk kepentingan politiknya.

“Selamat pada Nasdem, mau mengkritik setiap hari juga boleh. Wajar saja karena Nasdem sudah mendeklarasikan diri sebagai ormas yang berpolitik. Lebih baik Nasdem yang mengkritik tapi jelas sebagai ormas. Terserah masyarakat sendiri yang nantinya menilai kritikan itu benar atau salah,” katanya.

Dipo yang dikenal sebagai mantan aktivis itu kembali mengulang pernyataannya bahwa tidak boleh menggunakan label tokoh agama untuk berpolitik, khususnya Din Syamsuddin dan Syafie Maarif karena tindakan keduanya bukan lagi sekedar gerakan moral melainkan sudah merupakan gerakan politik.

“Ini negara demokrasi, silahkan buat partai dan ormas jika ingin berpolitik,” tegasnya.

Dipo justru menyetujui pendapat Nahdlatul Ulama yang menyerukan agar ulama tidak mengeritik dengan gaduh.

“Menurut saya tokoh agama jangan membuat gaduh, dan jangan pongah juga,” kata Dipo.

Tidak diperlukan

Menanggapi anjuran Dipo Alam agar tokoh agama lebih baik mendirikan parpol atau ormas, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan masing-masing tokoh agama sudah memiliki organisasi, sehingga pembentukan organisasi politik tidak diperlukan.

“Saya tidak mau melayani pernyataan tersebut,” katanya.

Din sebaliknya menyatakan pernyataan Dipo Alam merupakan pengalihan isu dari apa yang telah dinyatakan para tokoh lintas agama.

“Saya tidak punya waktu melayani tuduhan seperti itu karena bersifat mengalihkan perhatian orang, sikap seperti itu hanya menunjukan kekerdilan politik, maka saya mau tidak melayani,” katanya.

Yang jelas, kata Din, “anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,”.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: