Beranda > Barat Dalam Pergolakan Mesir > Ada AS di Balik Demonstrasi Mesir?

Ada AS di Balik Demonstrasi Mesir?

Rabu, 02/02/2011 00:39 WIB

Nograhany Widhi K – detikNews


Jakarta – Negara Mesir sedang gonjang-ganjing. Ratusan ribu rakyat Mesir turun ke jalan menuntut Presiden Hosni Mubarak yang berkuasa selama 30 tahun untuk lengser. Benarkah ada Amerika Serikat (AS) di balik gonjang-ganjing ini?

Seperti yang dikuak oleh WikiLeaks, AS telah mendonasikan puluhan juta dollar untuk mempromosikan demokrasi dan tata pemerintahan.

Seperti dikutip dari AFP yang dilansir dari Daily Telegraph (29/2/2011) lalu, dari WikiLeaks disebutkan kawat diplomatik dari Kedubes AS di Kairo tertanggal 6 Desember 2007, The United States Agency for International Development (USAID) berencana untuk memberikan US$ 66,5 juta tahun 2008 dan US$ 75 juta di tahun 2009.

“Presiden Mubarak sangat skeptis pada peran AS dalam promosi demokrasi,” ujar salah satu kawat lain pada 9 Oktober 2007.

“Namun, program (pemerintah AS) membantu mendirikan lembaga-lembaga demokrasi dan memperkuat suara individu untuk perubahan di Mesir,” tambah tulisan di kawat itu.

AS, berkontribusi secara langsung untuk ‘membangun kekuatan yang melawan Presiden’ Mubarak. Uang yang digunakan AS untuk mempromosikan demokrasi bertujuan untuk menjalankan program yang dilakukan oleh Pemerintah Mesir maupun warga sipil Mesir dan LSM AS yang di lapangan.

Menteri Kerjasama Internasional Fayza Aboulnaga telah mengirimkan surat pada Kedubes AS untuk meminta USAID menghentikan pendanaan pada 10 organisasi ‘atas dasar yang mana mereka tidak terdaftar sebagai LSM’, demikian bunyi kawat pada 28 Februari 2008.

Intel AS-Mesir Kerjasama

Sementara Richard Smallteacher, staf WikiLeaks menulis analisanya di situs wikileaks.ch pada Selasa (1/2/2011). Dalam salah satu kawat diplomatiknya, telah mengantisipasi secara diam-diam menyiapkan Kepala Intelijen Mesir Oman Suleiman untuk mengambil alih negara jika terjadi sesuatu pada Hosni Mubarak.

Omar Suleiman merupakan pejabat intelijen yang pernah dilatih di US Special Warfare School di Fort Bragg. Suleiman menjadi kepala intelijen pada tahun 1993. Saat inilah dia menjalin hubungan dekat dengan Central Intelligence Agency (CIA). Akhir-akhir ini Suleiman mengambil peran publik sebagai pimpinan mediator Mesir dengan Israel yang menduskusikan proses perdamaian dengan Hamas dan Fatah
di Palestina.

Beberapa tahun terakhir ini analis politik mengasumsikan bahwa pengganti Hosni Mubarak adalah Gamal Mubarak, putra bungsu Hosni Mubarak. Namun Kedubes AS di Kairo mempunyai kesimpulan yang berbeda 5 tahun lalu.

“Semua setuju bahwa kandidat yang paling disukai untuk ditunjuk mengisi pos (wakil presiden) adalah Jenderal Oman Suliman, Direktur Egyptian General Intelligence Service (EGIS),” demikian seperti kawat diplomatik pada 15 Juni 2005.

Setahun kemudian, memo diplomatik lain yang ditulis pada 14 Mei 2006 memperlihatkan semakin jelas bahwa Pemerintah AS sedang mendekati Suleiman untuk peran kunci di wilayah Timur Tengahuntuk mencari tahu bagaimana untuk menyingkirkan Hamas di Palestina.

“Intelijen kita berkolaborasi dengan Omar Suleiman, yang diharapkan Washington pekan depan, sekarang mungkin unsur paling sukses dalam hubungan,” demikian kawat pada 14 Mei 2006.
(nwk/anw)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: