Beranda > Forum Tokoh Lintas Agama > Indonesia takkan Seperti Mesir Kedua

Indonesia takkan Seperti Mesir Kedua

Republika 

Republika – Sabtu, 5 Februari

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Meski Indonesia dianggap sedang memasuki keterpurukan bahkan bisa terjun ke predikat negara gagal, tokoh Agama Franz Magnis Suseno menyatakan, negara ini takkan menghadapi masalah seperti Mesir ataupun Tunisia.

‘’Indonesia saya kira takkan seperti Mesir, karena kalau kita lihat Indonesia pernah mengalaminya seperti tahun 1998. Dan kita punya yang disebut demokrasi dan kebebasan berpendapat,’’ ungkap tokoh agama Katolik ini, usai Diskusi Publik untuk Menganalisis Laporan ke Rumah Pengaduan Pembohongan Publik di Bidang Pendidikan, bersama Forum Rektor dan 28 guru besar di Universitas Negeri Jakarta, Jumat (4/2).

Ia menilai, ada berbagai hal yang membedakan Indonesia dengan Mesir, yaitu paling tampak nyata keterbukaan berpendapat. ‘’ Kami bisa membentuk forum dan anda di media tanpa ada pemberangusan, dan boleh mengkritik bahkan berdemo dalam batas wajar,’’ ungkapnya.

Ia pun menceritakan kebebasan berpendapat bahkan ketika harus berbicara dengan Presiden langsung di Istana Negara. ‘’Dalam pertemuan itu, Presiden mendengarkan para tokoh agama dan menyatakan akan memperhatikan apa yang kami katakan. Ia juga mengatakan telah membuat berbagai program yang bisa menuntaskan masalah yang kami khawatirkan,’’ paparnya.

Kondisi ini berbeda dengan di Mesir yang telah cukup lama dikungkung Pemerintah yang melarang kebebasan berpendapat. ‘’Jadi seperti meledak saja,’’ katanya.

Ia juga menilai pemerintah Indonesia dalam kebijakan ekonomi, tak seperti Mesir. ‘’Mesir karena tak memiliki cukup anggaran harus menaikkan harga gandum karena subsidinya kurang, apalagi korupsi juga merajalela disana,’’ paparnya.

Akan tetapi bukannya Indonesia tak menghadapi bahaya, karena ia menilai Indonesia dalam kondisi tidak stabil, karena korupsi di berbagai lini. Bahkan masyarakat sudah terlalu terbiasa mendengar kata korupsi. ‘’Ini membahayakan demokrasi, ‘’

Akan tetapi ia menyatakan forum Lintas Agama hanya dalam posisi mengingatkan bukan menekan ataupun memberi batas waktu. ‘’Pengentasan kemiskinan takkan mungkin bisa dilakukan sebentar, lagipula kami juga bukan pihak yang bisa memberi batas waktu, karena itu semua tergantung kehendak politik Pemerintah,’’ pungkasnya.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: