Beranda > Barat Dalam Pergolakan Mesir > Campur Tangan Amerika Dalam Tragedi Mesir

Campur Tangan Amerika Dalam Tragedi Mesir

Hosni Mubarak Dan Barack ObamaHosni Mubarak Dan Barack Obama

Metrotainment.net – Mesir seakan masih berguncang. Tak hanya meresahkan warga sekitar namun juga meresahkan warga dunia. Beberapa kepala negara lain seperti Amerika, Inggris, Perancis dan Jerman mulai buka suara.

“Saya tidak peduli apa yang orang katakan tentang saya. Saat ini yang saya pedulikan adalah negara ini, Mesir.

Saya prihatin dengan apa yang terjadi kemarin. Saya tak ingin melihat rakyat Mesir saling berkelahi” ujar Mubarak kepada ABC News.

Amerika, lewat presidennya, Barrack Obama, menyarankan agar Hosni Mubarak turun dan mendengarkan apa yang diinginkan warganya.

Mubarak menilai Obama sebagai seorang dengan kepribadian yang baik. Namun beliau menolak campur tangan AS dalam kekisruhan yang terjadi di negaranya.

“Anda tidak memahami budaya Mesir dan apa yang akan terjadi jika saya mundur sekarang.” Begitulah jawaban yang dilontarkan begitu Obama mendesak agar transformasi segera dilakukan.

Obama Berbicara Tentang Situasi Di MesirObama Berbicara Tentang Situasi Di Mesir

Mubarak juga mengemukakan kepada stasiun televisi tersebut, jika ia mundur sekarang, Mesir akan jatuh dalam kekacauan dan Ikhwanul Muslimin akan berkuasa. Menyikapi jawaban seperti itu, Obama menjawab bahwa transisi bagaimanapun harus terjadi. “Harus berarti, damai, dan dimulai saat ini juga.”

Dan mengulangi statement terdahulu, Mubarak tidak akan menyalonkan diri dalam pemilihan umum September mendatang. Bahkan tidak berniat untuk mencalonkan putra emasnya, Gamal, dalam pemerintahan. Dan statement ini sama sekali tidak mengabulkan apa yang rakyat inginkan. Rakyat ingin sekarang juga Mubarak turun.

Unjuk rasa semakin brutal. Apalagi ketika muncul kubu pro Mubarak. Tak hanya rakyat anti pemerintah yang mendapat pukulan, lemparan batu bahkan bom molotov, beberapa jurnalis yang bertugas memberitakan apa ayng terjadi di Mesir kepada seluruh dunia juga ikut menjadisasaran. Mereka dipukul, disiksa, bahkan dilecehkan oleh beberapa orang yang diduga pro Mubarak.

Tetapi saat Amerika Serikat dan sejumlah negara lain mengecam dengan keras serangan pada sejumlah jurnalis, Mubarak justru menyalahkan Ikhwanul Muslimin, seorang tokoh oposisi, yang ia tuduh bertanggungjawab atas aksi rusuh di Kairo. Walaupun Mubarak menolak mundur, Obama tetap dengan usulannya agar Mubarak meninggalkan tahtanya.

Omar Suleiman - Wakil Presiden Mesir 2011Omar Suleiman – Wakil Presiden Mesir 2011

Seperti dilansir surat kabar The New York Times pada kamis lalu, Pemerintah Barack Obama sedang berunding dengan para pejabat Mesir mengenai satu usulan bagi pengunduran diri segera Presiden Hosni Mubarak.

Dari hasil rundingan tersebut, Mubarak akan menyerahkan tahta pemerintahannya kepada pemerintah peralihan yang dipimpin sang Wakil Presiden, Omar Suleiman, yang didukung oleh Kepala Angkatan Bersenjata Mesir Letnan Jenderal Sami Enan dan Menteri Pertahanan Mesir Mohamed Tantawi.

Omar Suleiman telah ditunjuk sebagai sebagai wakil presiden di tengah maraknya aksi unjuk rasa beberapa hari silam.

Menyikapi diadakannya perundingan tersebut, seorang pejabat senior Mesir menilai rencana Gedung Putih tersebut tidak akan berhasil.

Beliau mengatakan, konstitusi Mesir melarang wakil presiden memperoleh kekuasaan. Berdasarkan konstitusi, juru bicara parlemen akan meneruskan jabatan presiden. “Ini jawaban teknis saya,” katanya. “Jawaban politis saya, sebaiknya mereka tidak mencampuri urusan ini.”

“Yang penting adalah bahwa prosesnya berlangsung, apa pun artinya bagi Presiden Mubarak secara pribadi, apa pun penilaian yang berarti baginya secara pribadi. Sangat penting baginya untuk memulai bahwa transformasi dan bahwa pemerintah berbasis luas, dan itulah yang kami ingin lihat.

Itu jauh lebih baik tentu saja daripada Mesir jatuh ke tangan ekstremisme atau sistem pemerintah yang lebih otoriter. Ini adalah reformasi damai menuju masyarakat yang lebih terbuka dan demokratis yang ada di Mesir dan kepentingan dalam kepentingan dunia yang lebih luas.

Kami tidak ingin melihat pemerintah berdasarkan Ikhwanul Muslimin, itu bukan pilihan kita.”Begitulah pernyataan yang dilontarkan William Haag, Menteri Luar Negeri Inggris, dalam wawancaranya dengan Sky News Murnaghan.

WikileaksWikileaks

WikiLeaks, sebuah situs whistle blower, juga memberikan penyataannya. Dalam aksi terbarunya, WikiLeaks merilis sebuah dokumen yang menyatakan bahwa AS mendukung gerakan anti pemerintah Mesir yang disebarkan melalui situs jejaring sosial.

Walaupun beberapa hari sebelumnya para pejabat Gedung Putih menunjukkan dukungannya kepada pemerintah Kairo.

Selain itu, dipublikasikan juga dokumen perihal prediksi terkait kemungkinan terjadinya kudeta terhadap Presiden Hosni Mubarak pada 2011.

Terkait hal ini, pemimpin Gerakan Pemuda Enam April Mesir dalam pertemuannya dengan pejabat AS, menyatakan bahwa gerakan-gerakan penentang pemerintah Mesir menyetujui perubahan pemerintah diktator menjadi sebuah sistem demokratis.

Apakah campur tangan Amerika akan membantu penyelesaian maslah ini? ataukah justru memperkeruh keadaan? (Angela Kartawijaya)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: