Beranda > Ahmadiyah, Buah Ketidak Tegasan Pemerintah > FPKB Kutuk Serangan Terhadap Warga Ahmadiyah

FPKB Kutuk Serangan Terhadap Warga Ahmadiyah

***)Setiap kali persoalan Ahmadiyah “pecah”, para pengamat atau para tokoh lantas lantang berkoar tentang HAM. Bila sudah begini, secara politis Ahmadiyah sering diuntungkan. Padahal inti persoalan adalah dan ini sepertinya sengaja mereka lupakan, bahwa Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad sejatinya telah tidak dikeragui sebagai “perusak” Islam. Karena itu Ahmadiyah dinyatakan sebagai ajaran “Sesat Lagi Menyesatkan“.

Dalam konteks demikian keadaan mereka persis sebagaimana firman Allah SWT, artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Mahapemurah (al-Qur-an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS Az-Zukhruf: 36 -37)  _Izhar Ilyas_

Liputan 6
Liputan 6 – 15 menit lalu
FPKB Kutuk Serangan Terhadap Warga Ahmadiyah

Liputan6.com, Jakarta: Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengutuk kekerasan yang terjadi di Desa Umbulan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tiga anggota Ahmadiyah tewas dan melukai lima orang lainnya. Aksi itu dianggap sebagai tindakan tidak bermoral, melanggar hak asasi manusia (HAM) dan mengingkari prinsip ajaran Islam yang damai.

“Untuk itu, FPKB meminta kepada semua pihak untuk tidak bertindak semaunya sendiri menjadi “polisi agama” yangg seolah-olah paling berhak memutuskan kafir atau tidaknya, benar atau tidaknya keyakinan seseorang,” tutur Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Jafar di Jakarta, Ahad (6/2).

FPKB menyerukan kepada aparat keamanan agar segera menangkap seluruh pelaku penyerbuan. Para pelaku diminta diproses secara hukum agar peristiwa serupa tak terulang. FPKB juga meminta kepada semua elemen umat beragama untuk tidak menggunakan cara-cara kekerasan mengatasnamakan agama [baca: Jamaah Ahmadiyah Diserang Warga Cikeusik].

Marwan juga mengimbau agar dialog dan saling menghargai harus kembali menjadi “jalan utama” menuntaskan semua perbedaan keyakinan dan kepercayaan. Ia menilai penyerbuan tersebut menunjukkan masih adanya perilaku jahiliyah dalam toleransi beragama di Indonesia.(AIS)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: