Beranda > Indonesia Dalam Krisis Mesis > Gara-gara Ucapan Politisi, WNI Diperiksa Militer Mesir

Gara-gara Ucapan Politisi, WNI Diperiksa Militer Mesir

Minggu, 06 Februari 2011 | 14:18 WIB

Seorang wanita menangis setelah bertemu dengan keluarganya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta (2/2). Pemerintah mengevakuasi 415 WNI yang menetap di Mesir, karena keadaan semakin memburuk. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif, Jakarta – Mahasiswa Universitas Al Azhar asal Kota Madiun, Jawa Timur, Ahda Sabila, meminta politisi Indonesia berhati-hati menyampaikan pernyataan terkait soal Mesir. Sebab, pernyataan itu berdampak langsung terhadap warga Indonesia yang ada di sana.

Ia menyebut soal pernyataan Sekretaris Jendral Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Anis Matta, Jum’at (4/2) lalu, yang mengatakan pelajar dan mahasiswa simpatisan PKS di Mesir ikut membantu revolusi di Mesir.
Menurut Ahda, pernyataan itu berdampak buruk pada mahasiswa di sana. Sebab, kata dia, pemerintah Mesir melalui militer setempat curiga dan melakukan penggeledahan kepada asrama mahasiswa Indonesia.
“Hal itu berdampak pada banyaknya mahasiswa Indonesia yang terkena aksi sweeping dan penggeledahan akhir-akhir ini. Diantaranya yang menjadi korban adalah Bisyri Ikhwan,” kata Ahda melalui pesan Facebook yang dikirim ke wartawan Tempo, Minggu (6/2). Ikhwan adalah mahasiswa asal Banyuwangi yang tinggal di daerah Tubromly, Nasr City, Kairo.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (5/2) siang waktu Mesir atau Sabtu malam waktu Indonesia. Bisyri beserta empat orang temannya seasrama didatangi satu kompi tentara militer Mesir lengkap dengan senjata laras panjang. Selama satu jam mereka diinterogasi karena dicurigai ikut aksi demonstrasi menentang Presiden Hosni Mubarak.
“Bukan hanya menginterogasi, mereka juga mengobrak-abrik isi asrama dan memeriksa isi laptop, handphone, buku-buku, dan dokumen lainnya sambil menodongkan senjata laras panjang mereka. Suasananya begitu tegang,” ujar Ahda menirukan perkataan Bisyri yang juga teman satu kampus di Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar.
Mahasiswa Indonesia lainnya juga ada yang diperiksa militer setempat meski di siang hari atau di luar jam malam yang ditentukan. Salah satunya dialami Andi Sadli. ”Sabtu siang ia keluar dari asrama menuju rumah temanya di kawasan Abbas. Setelah melawati satu tank yang berjaga di sekitar asrama, tetap diperiksa,” tandasnya.
Ahda berharap agar politisi dan pejabat pemerintah di Indonesia hati-hati dalam mengeluarkan pernyataan publik. “Bisa-bisa kami di sini terbunuh akibat pernyataan Anda dan Anda yang mendapatkan pamor di atas penderitaan kami,” kata Ahda.
ISHOMUDDIN
Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: