Beranda > Mesir Membara > Masih Kuatkah Aktivis Anti-Mubarak?

Masih Kuatkah Aktivis Anti-Mubarak?

Headline

Foto: Istimewa

Oleh: Vina Ramitha
Ekonomi – Minggu, 6 Februari 2011 | 20:39 WIB

INILAH.COM, Kairo – Dua pekan sudah para pengunjuk rasa melawan Presiden Mesir Hosni Mubarak berkoar-koar di jalanan. Mereka telah merasakan segalanya, terluka, kotor, lapar dan kurang tidur. Sampai kapan bertahan?

Semangat puluhan ribu pengunjuk rasa masih berkobar. Antusiasme menyingkirkan Mubarak begitu kuat tergambar di wajah mereka, termasuk janji takkan mundur selama rezim Mubarak belum tumbang, yang terucap berulangkali.

Para pendemo itu bahkan mereka rela menjadikan Tahrir Square rumah keduanya. Namun, hingga kapan mereka sanggup bertahan, menjadi sebuah pertanyaan penting di tengah krisis yang sedang mencekik Negeri Piramida ini. Pemerintah berupaya mencari cara keluar dari gelombang kerusuhan yang melanda sejak 25 Januari. Artinya, unjuk rasa itu kini berubah menjadi ajang adu daya tahan.

Penyelenggara unjuk rasa meyakini, aksi mereka harus terus berlangsung demi menekan pemerintah, sekaligus melumpuhkan pusat kota Kairo. Ada secercah keyakinan, pemerintah akan memperbaiki demokrasi, bukan sekedar perubahan di permukaan dan mempertahankan rezim Mubarak.

“Kami harus bertahan jika ingin pemerintahan berganti rezim. Seperti Revolusi Prancis yang membutuhkan waktu lama, kalau perlu kami akan melakukannya sepanjang hidup,” ujar Ahmed Abdel Moneim (22), pelajar yang berkemah di Tahrir Square beberapa hari terakhir.

Sentimen semacam ini tertanam di benak rakyat, terutama mereka yang berjuang bersama Ahmed. Namun, mereka kadang merasa hal ini adalah optimisme berlebih, terutama karena kaum muda kerap tak yakin tentang kebenaran aksinya dan kapan semuanya berakhir.

“Setiap hari kami duduk di sini, melawan Mubarak,” ujar seorang insinyur listrik, Sharif Mohammed. “Mungkin setelah satu bulan, kami akan lelah. Tapi, kami akhirnya bisa bebas dan merdeka hingga akhir hayat,” lanjutnya.

Bahkan di balik tank-tank dan penjagaan ketat yang mengelilingi Tahrir Square, terlihat sorot mata pesimistis. Rakyat mulai kesal karena aktivitas keseharian mereka terganggu. Hal ini akan terus berlangsung hingga ada perubahan.

Pemerintah pun memanfaatkan momen ini, dengan mengecam para pelaku unjuk rasa. Televisi nasional dan berbagai media massa pemerintahan di Mesir memberitakan buruknya dampak unjuk rasa bagi situasi domestik serta citra internasional negara tersebut.

Meskipun penyelenggara unjuk rasa mengeluarkan bantahannya, dalam sebuah pernyataan.

“Banyak masyarakat merespon positif apa yang kami lakukan serta tujuannya. Ini tujuan masyarakat Mesir secara umum dan tidak dipengaruhi faktor internal maupun eksternal dari suatu pihak tertentu,” demikian pernyataan tersebut.

Sementara itu, ribuan pengunjuk rasa di Tahrir Square masih harus bertahan demi keinginan hidup damai itu. Malam demi malam, kelaparan dan penyakit mulai menjadi hambatan besar yang terlihat di depan mata. Cuaca Kairo yang sedang dingin dan tidak bersahabat juga menambah buruk suasana.

Stress dari serangan polisi yang berusaha mengamankan keadaan, mulai mempengaruhi dan membuat pengunjuk rasa makin ganas. “Kelaparan mulai melanda. Tapi kami bersatu dan inilah yang membuat kami terus maju,” ujar Omar Salim yang selama empat hari terakhir tak beranjak dari Tahrir Square.

Harga perjuangan ini juga mahal. Tercatat 109 rakyat Mesir tewas sejak unjuk rasa dimulai. Ini membuat orang seperti Ahmed Mustafa (58), menolak meninggalkan Tahrir Square. Putranya, Islam (26), tertembak di perutnya di hadapan Menteri Dalam Negeri, beberapa hari lalu.

“Negara ini tak punya kebebasan dan keragaman pendapat. Negara macam aia yang membiarkan pemuda berusia 26 tahun tewas begitu saja. Banyak pemuda datang dan siap tewas seperti putra saya. Dan, saya juga siap,” tegasnya. [ast]

Iklan
Kategori:Mesir Membara
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: