Beranda > Mesir Membara > Skenario Terbaru Mesir: Mubarak Tetap Presiden, Tapi Pemerintahan Dijalankan Suleiman

Skenario Terbaru Mesir: Mubarak Tetap Presiden, Tapi Pemerintahan Dijalankan Suleiman

Sabtu, 05 Februari 2011, 19:35 WIB
AP PHOTO

Skenario Terbaru Mesir: Mubarak Tetap Presiden, Tapi Pemerintahan Dijalankan Suleiman

Omar Suleiman mantan pimpinan tertinggi intelijen Mesir yang kini diangkat Hosni Mubarak sebagai wakil presiden

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO – Pemimpin demonstran Mesir telah mengadakan pembicaraan dengan perdana menteri membahas  cara untuk memudahkan Presiden Hosni Mubarak mundur dari kursinya. Dalam satu proposal, pemimpin 82 tahun disebut-sebut akan menyerahkan kekuasaannya kepada wakil presidennya, meskipun tidak dalam waktu segera, untuk memberinya kesan “mundur secara anggun”.

Mubarak bersikeras untuk mundur dan akan melanjutkan jabatannya hingga pemilu September mendatang.  Para pembantunya telah berulang kali mengatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa pemimpin negara hampir 30 tahun itu “tidak boleh dibuang dengan cara yang memalukan.”

Di sisi lain, para pengunjuk rasa,  mengatakan mereka tidak akan menghentikan aksi unjuk rasa raksasa mereka atau masuk dalam negosiasi substantif dalam reformasi demokrasi sampai Mubarak berhenti. Ribuan massa terus berkumpul Sabtu di pusat Kairo Tahrir Square, sehari setelah sekitar 10o ribu pengunjuk rasa berkumpul di sana menuntut Mubarak meninggalkan kekuasaan segera.

Sebuah kelompok swadeklarasi yang terdiri dari elit Mesir – yang disebut “kelompok orang bijak” – sudah memberikan  ide untuk mencoba memecahkan kebuntuan itu. Di antaranya adalah sebuah proposal yang berisi instruksi Mubarak “mewakilkan” kekuasaan pada Wakil Presiden Omar Suleiman, istilah lain untuk mundur.

“Kelompok orang  bijak” yang terpisah dari para pengunjuk rasa di lapangan, telah bertemu dua kali dalam beberapa hari terakhir dengan Suleiman dan perdana menteri, kata Amr el-Shobaki, seorang anggota kelompok. Proposal mereka juga menyerukan dibubarkannya parlemen yang dimonopoli oleh partai yang berkuasa dan mengakhiri hukum darurat yang memberikan kekuasaan pada pasukan keamanan yang nyaris tak terbatas.

Hari Jumat lalu, sebuah delegasi dari para pengunjuk rasa sendiri bertemu dengan Shafiq untuk membahas cara-cara keluar dari kebuntuan, kata Abdel-Rahman Youssef, seorang aktivis pemuda yang berpartisipasi dalam rapat.

Youssef mengatakan kepada The Associated Press pada hari Sabtu bahwa pertemuan itu bukan merupakan awal dari negosiasi. “Itu adalah pesan untuk melihat cara mengatasi krisis. Pesannya adalah bahwa mereka harus mengakui legitimasi revolusi dan presiden yang harus meninggalkan salah satu cara atau yang lain, baik keberangkatan nyata atau politik,” katanya.

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: AP

Kategori:Mesir Membara
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: