Beranda > Ahmadiyah, Solusi Permasalahan > ICMI Minta Pemerintah Tegas Soal Ahmadiyah

ICMI Minta Pemerintah Tegas Soal Ahmadiyah

***)Setiap kali persoalan Ahmadiyah “pecah”, para pengamat atau para tokoh lantas lantang berkoar tentang HAM. Bila sudah begini, secara politis Ahmadiyah sering diuntungkan. Padahal inti persoalan adalah dan ini sepertinya sengaja mereka lupakan, bahwa Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad sejatinya telah tidak dikeragui sebagai “perusak” Islam. Karena itu Ahmadiyah dinyatakan sebagai ajaran “Sesat Lagi Menyesatkan“.

Dalam konteks demikian keadaan mereka persis sebagaimana firman Allah SWT, artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Mahapemurah (al-Qur-an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS Az-Zukhruf: 36 -37)  _Izhar Ilyas_

Antara

Antara – 1 jam 22 menit lalu
ICMI Minta Pemerintah Tegas Soal Ahmadiyah

Jakarta (ANTARA) – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia meminta pemerintah mengambil langkah nyata dan tegas serta menyeluruh terkait konflik jemaah Ahmadiyah dan umat Islam agar kejadian di Pandeglang tidak terulang.

“Pemerintah harus tegas dalam mengimplementasikan SKB tiga menteri,” kata Ketua Presidium ICMI Ilham A Habibie kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Ilham menjelaskan, penegak hukum tidak boleh ragu untuk melarang dan menindak keras penggunaan simbol dan atribut Ahmadiyah selama mereka masih mengatasnamakan Islam.

Ilham juga menyatakan bahwa ICMI mengecam keras peristiwa kekerasan yang menelan jorban jiwa di Cikeusik, Pandeglang, Banten.

“ICMI prihatin dengan tindakan anarkis kelompok orang tertentu,” katanya.

Menurutnya, Indonesia adalah negara hukum sehingga tidak boleh ada yang bertindak diluar koridor hukum.

Dia juga mengatakan negara harus memegang teguh pasal 29 UUD`45, tentang kebebasan berkeyakinan dan beragama.

Karena itu, negara harus segera menegaskan posisinya sebagai pelindung bagi warga dalam menjalankan hak-haknya tersebut.

“Islam tidak pernah melihat kekerasan sebagai solusi, dasar Islam itu cinta dan damai antar manusia, dan antara manusia dan pencipta nya. Islam adalah rahmat semesta alam,” katanya.

Dia juga menambahkan, ICMI menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri, terus melakukan dan mengembangkan dialog internal antar umat beragama.

“ICMI menghormati keanekaragaman dan pluralitas masyarakat Indonesia,” katanya.

Sementara itu Humas Pengurus Besar Jemaah Ahmadiyah Indonesia, Mubarik Ahmad mengungkapkan, saat ini tercatat ada tiga jemaah Ahmadiyah yang tewas.

“Ini data yang saya terima sampai sore ini, sebelumnya ada yang menyatakan enam, lalu turun jadi empat dan kemudian tiga,” kata Mubarik.

Tiga orang yang tewas itu adalah, Mulyadi, Tarno dan Roni. Keduanya diakui memang anggota jemaah Ahmadiyah.

“Tarno dan Mulyadi adalah kakak beradik dari Parman yang merupakan Mubaligh Ahmadiyah di Cikeusik,” katanya.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: