Beranda > Ahmadiyah, Buah Ketidak Tegasan Pemerintah > Keluarga Tunggu Pemulangan Jenazah Jemaah Ahmadiyah

Keluarga Tunggu Pemulangan Jenazah Jemaah Ahmadiyah

***)Setiap kali persoalan Ahmadiyah “pecah”, para pengamat atau para tokoh lantas lantang berkoar tentang HAM. Bila sudah begini, secara politis Ahmadiyah sering diuntungkan. Padahal inti persoalan adalah dan ini sepertinya sengaja mereka lupakan, bahwa Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad sejatinya telah tidak dikeragui sebagai “perusak” Islam. Karena itu Ahmadiyah dinyatakan sebagai ajaran “Sesat Lagi Menyesatkan“.

Dalam konteks demikian keadaan mereka persis sebagaimana firman Allah SWT, artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Mahapemurah (al-Qur-an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS Az-Zukhruf: 36 -37)  _Izhar Ilyas_

Liputan 6
Liputan 6 – 2 jam 53 menit lalu

Liputan6.com, Jakarta: Keluarga jemaah Ahmadiyah yang tewas mengenaskan dalam insiden penyerangan di Cikeusik, Pandeglang, Banten, hingga Selasa (8/2), belum mendapatkan kepastian kapan jenazah keluarga mereka bisa dibawa pulang. Sebelumnya pihak keluarga mengaku kaget karena tidak tahu jika anggota keluarga mereka itu pergi ke Desa Cikeusik.

Air mata terus menetes dari mata Rahmawati, istri almarhum Roni Patinasarani, jemaah Ahmadiyah yang tewas mengenaskan di Desa Cikeusik. Roni sebelumnya pamit untuk pergi bekerja. Namun hingga Minggu sore Roni tak memberi kabar hingga akhirnya berita duka itu datang.

Sebelum pergi, Maja–paman korban, mengaku Roni pamit untuk bertugas jaga. Tugas ini dilakukan sebagai bagian dari aktivitas Roni di komunitas Ahmadiyah. Belakangan dari kawan Roni yang selamat, berita kematian keponakannya itu diterima Maja.

Kesedihan juga menyelimuti kediaman Warsono, tetangga Roni, yang dikabarkan terluka dalam insiden kekerasan di Cikeusik. Warsono pamit meninggalkan rumah untuk mengikuti pengajian di Balikpapan, Kalimantan Timur. Menurut keluarga, korban telah enam tahun bergabung dengan jemaah Ahmadiyah.

Hingga kini keluarga belum mendapatkan kepastian kapan Roni dan Warsono bisa segera dipulangkan. Sebelumnya polisi menyatakan otopsi akan dilakukan terlebih dulu sebelum jenazah dipulangkan.(ULF)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: