Beranda > Barat Dalam Pergolakan Mesir > Krisis Mesir : Akhirnya Semuanya Tunduk Pada Skenario Amerika

Krisis Mesir : Akhirnya Semuanya Tunduk Pada Skenario Amerika

oleh Komunitas Rindu Syariah & Khilafah pada 06 Februari 2011 jam 23:18

Seperti yang diberitakan republika online (6/02/2011) Ikhwanul Muslimin yang sebelumnya menolak terlibat dalam negosiasi antara pemerintah dan kelompok-kelompok oposisi, akhirnya berubah sikap . Seorang juru bicara organisasi itu mengatakan kelompok yang secara resmi dilarang hidup di Mesir itu telah mengubah keputusan.

Organisasi paling solid di Negeri Piramid itu akan ditemui langsung Wapres Mesir Omar Suleiman.”Kami memutuskan untuk terlibat dalam dialog untuk mengetahui keseriusan pemerintah dalam menanggapi dan memenuhi tuntutan rakyat,” kata sang juru bicara seperti dikutip kantor berita Reuters.

Hal ini sejalan dengan skenario Amerika untuk krisis politik Mesir. .Republika online( 06/02/0211) memberitakan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, mendukung transisi politik di Mesir yang dipimpin oleh wakil presiden baru. Namun utusan khusus Amerika untuk Mesir, Frank Wisner, mengatakan bahwa Presiden Hosni Mubarak harus tetap memangku jabatan agar transisi itu berhasil.

Di hadapan konferensi keamanan di Munich pada Sabtu (5/2), Wisner mengatakan bahwa Mubarak diperlukan untuk mendorong perubahan. Berbicara lewat sambungan video, dia mengatakan peran Mubarak sangat penting.

Dalam komentarnya pada konperensi itu, Hillary menekankan bahwa sebuah transisi damai mungkin akan makan waktu. ”prinsipnya sangat jelas. Namun, rincian operasionalnya sangat sulit,” katanya.

Wapres Mesir, Omar Suleiman, bertemu dengan anggota-anggota oposisi pada Sabtu (5/2). Mereka membahas rencana-rencana membentuk pemerintahan semengara. Omar yang kemungkinan memimpin pemerintahan sementara tersebut.

Omar dikenal memiliki hubungan khusus dengan CIA dan terlibat melakukan penyiksaan terhadap tahanan perang melawan terorisme ala Amerika. Omar juga dekat dengan pemimpin Israel. Selama menjabat sebagai kepala Badan intelijen Mesir, Omar bertanggung jawab terhadap pelanggaran HAM yang terjadi di Mesir berupa penangkapan dan penyiksaan terhadap lawan-lawan politik Mubarak.

Kabel diplomatik terbaru terbitan WikiLeaks soal krisis Mesir dirilis. WikiLeaks menyebut pemerintah Amerika Serikat (AS) sejak awal memang telah menyiapkan Kepala Badan Intelijen Mesir Omar Suleiman sebagai Presiden Mesir mendatang.

Omar Suleiman disiapkan sebagai kandidat teratas untuk mengambil alih negara jika sesuatu terjadi kepada Presiden Hosni Mubarak. Pada hari Sabtu (29/1) lalu informasi ini terbukti benar ketika Mubarak menunjuk Suleiman untuk menjabat wakil presiden.

Akhirnya , semua mengikuti skenario Amerika yang ujung-ujungnya mempertahankan kepentingan Amerika dan Israel di Mesir. Bukan untuk kepentingan rakyat Mesir. Siapapun rezim yang menggantikan Mubarak , tanpa perubahan sistem yang mendasar , akan tetap mendudukkan agen-agen Amerika.

Perubahan hakiki di Mesir dan dunia Islam hanya terjadi dengan perubahan sistem dengan menegakkan syariah dan Khilafah. Perubahan sistem ini , akan membuat negeri Islam termasuk mampu memerdekakan diri dari pengaruh dan penjajahan Amerika , melepaskan diri dari penguasa boneka yangmenjadi antek Amerika.

Sebab, sistem penjajah kapitalis dan keberadaan penguasa boneka inilah yang selama ini menjadi sumber penderitaan dan masalah dunia Islam. (er/sumber : hizbut-tahrir.or.id)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: