Beranda > Barat Dalam Pergolakan Mesir > Obama, Tentukan Sikapmu Atas Mesir!

Obama, Tentukan Sikapmu Atas Mesir!

Headline

Presiden AS Barack Obama – youtube.com

Oleh: Vina Ramitha
Ekonomi – Senin, 7 Februari 2011 | 05:35 WIB

INILAH.COM, Washington – Kerusuhan di Mesir yang menuntut lengsernya Presiden Hosni Mubarak, merembet hingga ke Amerika. Rakyat berusaha mengirimkan pesan untuk Presiden AS Barack Obama.

Down, down with Hosni Mubarak! Saudi Arabia is waiting for you!” seruan rakyat Mesir itu diteriakkan para pengunjuk rasa dalam bahasa Arab. Memang, rimanya agak luntur, ketika diucapkan beberapa warga Amerika Serikat (AS) dalam bahasa Inggris. Namun, semangatnya tetap sama, yakni solidaritas untuk rakyat Mesir.

Warga Amerika keturunan Mesir dan Arab di seluruh penjuru Amerika ramai-ramai menggelar unjuk rasa dan berarak keliling kota. Di Washington, protes mulai dilakukan sejak Jumat (4/2) yang melibatkan sekitar 100 orang. Mereka berkumpul di 1600 Pennsylvania Avenue, kompleks Gedung Putih, tak memedulikan salju tebal yang turun.

Sabtu (5/2), mereka kembali melakukan hal yang sama, meski jumlah peserta unjuk rasanya berkurang. Sejauh ini, slogan-slogan yang diserukan ditujukan untuk Mubarak dan antek-anteknya. Namun, pengunjuk rasa di Amerika ini juga menginginkan perhatian dari Obama.

Hal ini terlihat dari permintaan agar pemerintahan Obama menunjukkan sikap dan pilihannya atas situasi di Mesir. Seperti diungkapkan oleh seorang pengunjuk rasa, Mohammad Mansour. “Obama harus jelas, pilih Mubarak atau rakyat Mesir,” katanya tegas, dibalut mantel tebal.

Pada awal pergolakan, pejabat Amerika seakan bungkam mengenai situasi di Mesir. Status Mubarak sebagai sekutu Amerika, terungkap beberapa saat kemudian melalui pernyataan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Ia meyakinkan, situasi pemerintahan Negeri Piramida itu masih stabil.

Tak lama, Hillary sendiri mengungkapkan pemerintah Amerika ingin ada transisi rezim agar segera menganut demokrasi. Hari berikutnya, Jubir Gedung Putih Robert Gibbs membuat klarifikasi atas pernyataan itu. “Kami tak berpihak kepada mereka yang di jalanan dan pemerintahan (Mesir),” ujarnya ketika itu.

Mubarak pun akhirnya menyampaikan kepada rakyat Mesir, dalam sebuah siaran televisi nasional, bahwa ia akan melakukan reformasi pemerintahan dan tak mencalonkan dirinya lagi dalam pemilu September mendatang. Tak lama kemudian, Obama memberikan pidato mengenai Mesir.

“Kami mendengar suara anda,” kata Obama untuk rakyat Mesir. Namun, seperti yang sudah diduga, ia memberikan pernyataan yang membuat rakyat Amerika masih meraba-raba posisi Obama sebenarnya. “Transisi pemerintahan harus berarti, damai dan dimulai dari sekarang,” tutur Obama.

Meski beberapa masih bingung, mereka yang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Mesir di Washington mengartikannya dengan jelas. Bahwa Obama mendukung pemerintahan Mubarak dan keputusannya untuk tetap menjabat hingga pemilu tiba, tujuh bulan lagi. Mereka yang memiliki keluarga di Mesir, pun kecewa dengan Obama.

“Sayang sekali, anarki di Mesir bisa terjadi hingga September nanti,” kata Youssef Tadros, mahasiswa asal Mesir yang mengkhawatirkan keluarganya di negara tersebut. Hal serupa diungkapkan Dalia Naquib, yang ikut berunjuk rasa di Washington. “Saya kecewa. Pemerintah mendukung diktator. Sebaiknya ia segera menentukan sikap.”

Pemerintah Obama cenderung berhati-hati memilih kata-kata. Hubungan baik kedua negara yang sangat berharga bagi Amerika dan misinya di Timur Tengah, dijaga agar tidak terluka. Kedua negara telah bergandengan erat sejak perjanjian Camp David pada 1978 silam. Mesir menjadi pilihan Obama, saat membuka pintu bagi Amerika ke dunia Islam Arab. [ast]

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: