Beranda > Mesir Membara > Rezim Mubarak Coba Berdamai dengan Oposisi

Rezim Mubarak Coba Berdamai dengan Oposisi

“Rezim Hosni Mubarak telah bergerak mundur. Mereka terus membuat konsesi setiap hari”
Senin, 7 Februari 2011, 08:47 WIB

Renne R.A Kawilarang

VIVAnews – Wakil Presiden Mesir, Omar Suleiman, bertemu dengan para pihak oposisi termasuk kelompok populer yang selama ini dinyatakan terlarang, Ikhwanul Muslimin. Ini merupakan upaya Suleiman, yang baru pekan lalu ditunjuk Presiden Hosni Mubarak sebagai wapres, untuk mengatasi gelombang demonstrasi anti pemerintah di Mesir, yang berlangsung hampir dua pekan.

Menurut kantor berita Associated Press (AP), dalam pertemuan di Kairo Minggu, 6 Februari 2011 waktu setempat, para oposan tetap pada tuntutan semula, yaitu Mubarak harus segera turun dari jabatan karena tidak lagi dipercaya mayoritas rakyat. Mereka tidak bisa menjamin demonstrasi akan segera berhenti sampai Mubarak mundur.

“Kami tetap bertahan hingga tuntutan utama kami terpenuhi, yaitu mundurnya Mubarak,” kata kata Khaled Abdul Hamid, seorang wakil demonstran kepada AP.

Sedangkan pihak pemerintah, yang diwakili Suleiman menjanjikan sejumlah konsesi, diantaranya menjamin kebebasan pers dan membatasi kekuasaan polisi. Namun, tidak ada tanggapan atas tuntutan pihak oposisi.

“Pihak rezim telah bergerak mundur,” kata Hamid. “Mereka terus membuat konsesi setiap hari.”

Sejak gelombang protes merebak pada 25 Januari lalu, Mubarak telah berjanji tidak akan mencalonkan diri lagi pada pemilu September mendatang, setelah 30 tahun memerintah Mesir. Pemerintah juga berjanji bahwa putra Mubarak yang sebelumnya didengung-dengungkan sebagai pemimpin baru, Gamal, juga tidak akan ikut pemilu presiden.

Mubarak pekan lalu menunjuk Omar Suleiman sebagai wapres. Ini merupakan kali pertama Mubarak menunjuk wapres sejak dia berkuasa pada 1981. Suleiman dipandang kalangan pengamat sebagai tokoh kunci dalam menentukan apakah Mubarak diperbolehkan bertahan hingga September mendatang atau harus mundur secepatnya.

Pertemuan dengan pihak oposisi hari Minggu kemarin merupakan yang pertama kali dilakukan pemerintah Mesir. Sejak 1954, Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai kelompok terlarang di Mesir karena tidak sepaham dengan pemerintah. (kd)

• VIVAnews

Iklan
Kategori:Mesir Membara
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: