Beranda > Ahmadiyah, Buah Ketidak Tegasan Pemerintah > INFID: Negara Gagal Lindungi Warga dalam Beribadah

INFID: Negara Gagal Lindungi Warga dalam Beribadah

***)Setiap kali persoalan Ahmadiyah “pecah”, para pengamat atau para tokoh lantas lantang berkoar tentang HAM. Bila sudah begini, secara politis Ahmadiyah sering diuntungkan. Padahal inti persoalan adalah dan ini sepertinya sengaja mereka lupakan, bahwa Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad sejatinya telah tidak dikeragui sebagai “perusak” Islam. Karena itu Ahmadiyah dinyatakan sebagai ajaran “Sesat Lagi Menyesatkan“.

Dalam konteks demikian keadaan mereka persis sebagaimana firman Allah SWT, artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Mahapemurah (al-Qur-an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS Az-Zukhruf: 36 -37)  _Izhar Ilyas_

Liputan 6
Liputan 6 – 2 jam 20 menit lalu

Liputan6.com, Jakarta: INFID (International NGO Forum on Indonesia Development) menilai negara gagal dalam melindungi warganya untuk beragama dan berkeyakinan. Ini terbukti dengan terjadinya penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Pandeglang, Banten, yang menewaskan tiga orang dan melukai sejumlah orang lainnya.

Menurut Manager Program INFID Wahyu Susilo dalam rilis yang dikirim ke sejumlah media, baru-baru ini, INFID mengecam ketidakberdayaan negara mengatasi kekerasan yang secara simultan dilakukan kelompok vandalis terhadap jemaah Ahmadiyah. Ketidakberdayaan negara dalam bentuk pembiaran adalah pelanggaran hak asasi manusia.

INFID menyerukan segenap masyarakat terus menggalang solidaritas menentang vandalisme yang mengatasnamakan agama. Negara harus mengambil tindakan hukum terhadap pelaku kekerasan yang mengancam kebebasan warga untuk beragama.(ULF)

Iklan
  1. Juni 19, 2011 pukul 1:10 am

    Ahmadiah itu sesat karena menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya dengan menganggap mirza gulam ahmad sebagai Nabi, padahal dalam Islam tidak ada lagi nabi setelah Muhammad SAW,…. inilah yang ditentang oleh kaum muslimin pada umumnya karena penganutnya mengaku sebagai Islam yang berarti hanya menodai kesucian Agama Islam…..!
    Nah, kalau mau exis dan karena menganggap itu ajaran Ahmadiah benar, maka jadikanlah sebagai agama baru, lalu daftarkan di kementerian Hukum dan Ham untuk diakui oleh negara,… beres toh,…. di Indonesia banyak agama tapi kaum muslimin tidak pernah mengganggunya, bahkan ada tolenrasni antara sesama pemeluk agama,… tetapi untuk Ahmadiah, karena mengatasnamakan dirinya sebagai kaum muslimin, itu yang menjadi masalah,….. Jadi kenapa dianggap negara tidak melindungi warga dalam beribadah…? semua ini propaganda untuk menghancurkan kehebatan ajaran agama Islam,….

    • September 23, 2011 pukul 9:26 am

      Syukran……… saya sangat setuju dengan dengan apa yang Anda kemukakan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: