Beranda > Ahmadiyah, Buah Ketidak Tegasan Pemerintah > Polri : Ahmdiyah Diduga Provokatori Penyerangan

Polri : Ahmdiyah Diduga Provokatori Penyerangan

***)Setiap kali persoalan Ahmadiyah “pecah”, para pengamat atau para tokoh lantas lantang berkoar tentang HAM. Bila sudah begini, secara politis Ahmadiyah sering diuntungkan. Padahal inti persoalan adalah dan ini sepertinya sengaja mereka lupakan, bahwa Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad sejatinya telah tidak dikeragui sebagai “perusak” Islam. Karena itu Ahmadiyah dinyatakan sebagai ajaran “Sesat Lagi Menyesatkan“.

Dalam konteks demikian keadaan mereka persis sebagaimana firman Allah SWT, artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Mahapemurah (al-Qur-an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS Az-Zukhruf: 36 -37)  _Izhar Ilyas_

Oleh: Laela Zahra
Nasional – Selasa, 8 Februari 2011 | 13:14 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Insiden penyerangan berdarah terhadap Jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, kini diduga turut diprovokatori oleh Jamaah Ahmadiyah.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam mengatakan, adanya Jamaah Ahmadiyah yang melontarkan teriakan sebelum terjadinya penyerangan.

Teriakan itu terlontar saat salah satu Jamaah Ahmadiyah dari Jakarta, melontarkan teriakan di kediaman Ismail Suparman.

Polisi, kata Anton, telah mengetahui akan adanya serangan terhadap Jamaah Ahmadiyah di kediaman Suparman, yang kerap dijadikan tempat berkumpul jamaah ajaran yang dilarang pemerintah ini.

Upaya pencegahan pun dilakukan polisi untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan. “Tanggal 5 (Februari) kita (polisi) sudah berhasil mengevakuasi Ismail Suparman bersama keluarganya, tapi tanggal 6 pagi jam 7 wib, ada orang (Jamaah Ahmadiyah) dari Jakarta,” terang Anton, di Markas Besar Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (8/2/2011).

Warga Jakarta itu telah diimbau oleh Kepala Kepolisian Sektor Cikeusik langsung, untuk meninggalkan kediaman Suparman, namun menolak dan memutuskan untuk bertahan di kediaman Suparman. “Kami tetap di sini, kalau polisi tidak bisa mengamankan, kami bisa mengamankan diri sendiri,” ucap warga Jakarta lantang, seperti dikutip Anton.

Teriakan warga Jakarta itu, lanjut Anton, didengar oleh warga sekitar kediaman Suparman yang menyulut emosi dan amarah warga, sehingga terjadilah penyerangan terhadap Jamaah Ahmadiyah.

“Jadi kalau saudara-saudara kita dari Jakarta mau ikut dengan Kapolsek dibawa ke Polres, insya Allah tidak akan terjadi masalah,” ungkap Anton.

Polri sendiri masih menyelidiki apa saja kegiatan Jamaah Ahmadiyah di kediaman Suparman ini. “Apakah melakukan perkumpulan yang bermisi menyebarkan agama? Itu nanti yang akan kita lihat kenapa masyarakat tidak setuju, apakah mereka melakukan yang dilarang SKB 3 menteri itu,” kata Anton. [win]

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: