Beranda > Ahmadiyah, Buah Ketidak Tegasan Pemerintah > Ahmadiyah Surabaya Malah Minta SKB Dicabut

Ahmadiyah Surabaya Malah Minta SKB Dicabut

***)Setiap kali persoalan Ahmadiyah “pecah”, para pengamat atau para tokoh lantas lantang berkoar tentang HAM. Bila sudah begini, secara politis Ahmadiyah sering diuntungkan. Padahal inti persoalan adalah dan ini sepertinya sengaja mereka lupakan, bahwa Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad sejatinya telah tidak dikeragui sebagai “perusak” Islam. Karena itu Ahmadiyah dinyatakan sebagai ajaran “Sesat Lagi Menyesatkan“.

Dalam konteks demikian keadaan mereka persis sebagaimana firman Allah SWT, artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Mahapemurah (al-Qur-an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS Az-Zukhruf: 36 -37)  _Izhar Ilyas_

Republika
Republika – 1 jam 37 menit lalu

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Majelis Jamaah Ahmadiyah Surabaya (JAS) menyayangkan, terjadinya penyerangan yang berbuntut tewasnya 3 warga Ahmadiyah di Desa Umbalan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten pada Ahad (6/2).

Untuk itu, Majlis JAS mendesak dicabutnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri tentang keyakinan Ahmadiyah di Indonesia. “SKB itu yang semakin memperkeruh keadaan. Kalau tidak membawa manfaat, dicabut saja,” jelas mubaligh Ahmadiyah Surabaya, Sibthe Ahmad Hasan ketika dihubungi, Selasa (8/2).

SKB bertanda tangan Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung pada 9 Juni 2008 tersebut berisikan 6 poin yang mengatur keberadaan Ahmadiyah di Indonesia. Dalam SKB disebutkan pemerintah tidak secara tegas memerintahkan pembubaran Jamaah Ahmadiyah, melainkan permintaan penghentian kegiatan yang bertentangan dengan Islam.

Di Jawa Timur, Jamaah Ahmadiyah tersebar di 10 kabupaten/kota, di antaranya di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kediri, dan Jember serta Banyuwangi. Sebaran di masing-masing daerah sekitar 200 sampai 300 orang. Yang paling banyak di Surabaya dengan lebih 300 jamaah.

Menurutnya, para pengikut yang tersebar di seluruh Surabaya itu tetap menjalankan kegiatan dan keyakinannya seperti biasanya. Markas JAS sendiri dipusatkan di Masjid An-Nur, Jalan Bubutan I Nomor 2, Surabaya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: