Beranda > Ahmadiyah, Buah Ketidak Tegasan Pemerintah > Inilah Kronologi Bentrokan Cikeusik Versi MUI

Inilah Kronologi Bentrokan Cikeusik Versi MUI


Selasa, 08 Februari 2011 , 08:27:00 WIB

Laporan: Ujang Sunda
 

AMIDHAN/IST

RMOL. Inilah kronologis penyerangan warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandenglang, Banten yang menewaskan tiga orang penganut Ahmadiyah.

Koronologis ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan, berdasarkan keterangan Sekjen MUI Banten pada dirinya. Menurut Amidhan, peristiwa itu bermula saat masyarakat Cikeusik meminta kelompok Ahmadiyah di sana untuk keluar, karena sudah meresahkan. Permintaan ini juga dilaksanakan dengan baik-baik. Tapi, kelompok Ahmadiyah tetap tidak mau keluar. Malam harinya, lanjut Amidhan, ada gelagat gesekan. Namun, hal itu diketahui oleh kepolisian sekitar. Tidak ingin ada kerusuhan, polisi membawa kelompok Ahamadiyah yang jumlahnya hanya satu keluarga itu ke Mapolsek Pandeglang untuk diamankan.

“Tapi tiba-tiba, datanglah dua mobil yang berisi sekiatar 18 orang ke kampung itu. Ngakunya dari Jakarta dan Bogor. Mereka katanya mau melindungi warga Ahmadiyah itu. Tapi mereka datang dengan membawa senjata tajam seperti cerulit dan golok,” kata Amidhan kepada Rakyat Merdeka Online, Senin malam (7/2).

Saat diminta agar mereka pulang, lanjut Amidhan, kelompok ini malah menantang dan sesumbar akan mempertahankan Ahmadiyah sampai titik darah penghabisan. Karena marasa ditantang, warga sekitarpun akhirnya berdatangan dan terjadilah bentrokan. Jadi, masih kata Amidhan, peristiwa ini terjadi karena provokasi. Kalau 18 orang itu tidak datang, kejadian ini tidak akan terjadi. Sebab, warga juga memintanya dengan baik-baik. Tapi karena ditantang, orang Banten merasa geram. Yang bermula dari masalah keyakinan, bergeser ke masalah tantangan.

Karena itu, Amidhan meminta agar peristiwa itu tidak terlalu dibesar-besarkan. Kalau terlalu dibesarkan, bukan menyelesaikan masalah tapi bisa merembet pada daerah lain. Amidhan juga meminta, pemerintah lebih gencar lagi mensosialisasikan SKB tiga menteri sebab banyak aparat daerah yang ada di pelosok tidak mengerti isi SKB itu.[yan]
Baca juga:

CIKEUSIK MASUK JAKARTA
TOLAK KEKERASAN
Ahmadiyah Telah Mengaku Bagian dari Islam
SBY: Bentrokan Warga dan Ahmadiyah Sesungguhnya Bisa Dicegah
Presiden SBY Instruksikan Investigasi Menyeluruh
Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: