Beranda > Ahmadiyah, Buah Ketidak Tegasan Pemerintah > Kapolri dan Menag Akan Kunjungi Lokasi Bentrokan

Kapolri dan Menag Akan Kunjungi Lokasi Bentrokan

***)Setiap kali persoalan Ahmadiyah “pecah”, para pengamat atau para tokoh lantas lantang berkoar tentang HAM. Bila sudah begini, secara politis Ahmadiyah sering diuntungkan. Padahal inti persoalan adalah dan ini sepertinya sengaja mereka lupakan, bahwa Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad sejatinya telah tidak dikeragui sebagai “perusak” Islam. Karena itu Ahmadiyah dinyatakan sebagai ajaran “Sesat Lagi Menyesatkan“.

Dalam konteks demikian keadaan mereka persis sebagaimana firman Allah SWT, artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Mahapemurah (al-Qur-an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS Az-Zukhruf: 36 -37)  _Izhar Ilyas_

Antara
Antara – 36 menit lalu
Kapolri dan Menag Akan Kunjungi Lokasi Bentrokan

Pandeglang (ANTARA) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Menteri Agama Suryadharma Ali pada Selasa (8/2) akan mengunjungi lokasi bentrokan jamaah Ahmadiyah dan warga di Kampung Pendeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

“Kami sudah menerima informasi kedatangan Kapolri dan Menag untuk melihat langsung di lokasi kejadian bentrokan,” kata Camat Cikeusik, Abdjah, Selasa.

Abdjah mengatakan, pihaknya menyambut positif rencana kunjungan pejabat negara tersebut ke wilayahnya untuk mengetahui permasalahan bentrokan antara warga dan jamaah Ahmadiyah dengan sebenarnya.

Sebab aparat musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) sudah maksimal untuk melakukan upaya pencegahan terjadi bentrokan.

Bahkan, beberapakali memanggil Suparman sebagai pimpinan Ahmadiyah agar menghentikan kegiatan keagamaan yang dinilai tidak lazim dengan umat muslim lainya.

Apalagi, masyarakat di sini sebagai basis santri sehingga mereka menolak kehadiran Ahmadiyah.

Selain itu juga Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan (Bakor Pakem) yang diketuai Kejaksaan Negeri sudah melarang kegaitan Ahmadiyah yang dilakukan Suparman.

Namun, mereka tidak mengindahkan larangan tersebut sehingga terjadi bentrokan dengan massa yang datang dari wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Diperkirakan massa sekitar 4.000 orang menyerang rumah Suparman, sekaligus dijadikan tempat peribadatan.

“Saya kira jika pimpinan Ahmadiyah menaati aturan itu dipastikan tidak akan terjadi bentrokan yang menimbulkan korban jiwa,” katanya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: