Beranda > Ahmadiyah, Buah Ketidak Tegasan Pemerintah > Polri Tetapkan Dua Tersangka Terkait Kasus Ahmadiyah

Polri Tetapkan Dua Tersangka Terkait Kasus Ahmadiyah

***)Setiap kali persoalan Ahmadiyah “pecah”, para pengamat atau para tokoh lantas lantang berkoar tentang HAM. Bila sudah begini, secara politis Ahmadiyah sering diuntungkan. Padahal inti persoalan adalah dan ini sepertinya sengaja mereka lupakan, bahwa Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad sejatinya telah tidak dikeragui sebagai “perusak” Islam. Karena itu Ahmadiyah dinyatakan sebagai ajaran “Sesat Lagi Menyesatkan“.

Dalam konteks demikian keadaan mereka persis sebagaimana firman Allah SWT, artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Mahapemurah (al-Qur-an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS Az-Zukhruf: 36 -37)  _Izhar Ilyas_

Antara
Antara – 48 menit lalu
Polri Tetapkan Dua Tersangka Terkait Kasus Ahmadiyah

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian RI saat ini sudah menetapkan dua tersangka terkait kasus bentrokan jamaah Ahmadiyah dan warga yang terjadi Minggu pagi (6/2) di Kampung Pendeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

“Saat ini kita sudah menetapkan dua tersangka yang berinisial U dan W terkait kasus Ahmadiyah ini,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa.

Tersangka U dan W adalah warga sekitar tempat dimana peristiwa bentrokan terjadi, ujarnya.

“Penetapan keduanya sebagai tersangka berdasarkan hasil penyidikan diantaranya keterangan para saksi dan video rekaman,” kata Boy.

Saat ini, sudah ada 12 orang saksi yang telah diminta keterangan terkait kasus bentrokan tersebut, katanya.

Mabes Polri juga sudah menurunkan personel untuk membantu Polda Banten dan Polres Pandeglang untuk melakukan penyelidikan, katanya.

Bentrokan yang terjadi tersebut menyebabkan jatuhnya delapan korban di antaranya tiga meninggal yakni Karno dan Mulyadi yang merupakan kakak beradik, warga Kecamatan Cikeusik serta seorang lainya bernama Roni, warga Jakarta.

Ketiga jenazah kini berada di Rumah Sakit Kepolisian Daerah Banten untuk dilakukan otopsi.

Sedangkan lima orang lainnya yakni Pipip warga Cilegon, Dias (Jakarta) Ahmad (Jakarta), Deden Dermawan (Jakarta) dan M Ahmad (Ciledug) Tangerang Selatan mendapat perawatan Rumah Sakit Rasa Asih.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: