Beranda > Ahmadiyah, Buah Ketidak Tegasan Pemerintah > SBY Sumber Masalah Ahmadiyah

SBY Sumber Masalah Ahmadiyah

***)Setiap kali persoalan Ahmadiyah “pecah”, para pengamat atau para tokoh lantas lantang berkoar tentang HAM. Bila sudah begini, secara politis Ahmadiyah sering diuntungkan. Padahal inti persoalan adalah dan ini sepertinya sengaja mereka lupakan, bahwa Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad sejatinya telah tidak dikeragui sebagai “perusak” Islam. Karena itu Ahmadiyah dinyatakan sebagai ajaran “Sesat Lagi Menyesatkan“.

Dalam konteks demikian keadaan mereka persis sebagaimana firman Allah SWT, artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Mahapemurah (al-Qur-an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS Az-Zukhruf: 36 -37)  _Izhar Ilyas_

Headline

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono – foto: istimewa

Oleh: MA Hailuki
Nasional – Selasa, 8 Februari 2011 | 07:26 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Sumber masalah utama penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah, bukanlah warga Ahmadiyah, melainkan Presiden SBY yang tidak berani mengambil sikap tegas membubarkan Ahmadiyah.

Seharusnya, pasca penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Kuningan dan Bogor tahun lalu, Presiden SBY mengambil sikap tegas melalui Kementerian Agama membubarkan Ahmadiyah.

“Penyerangan selalu terjadi karena pemerintah tidak pernah membubarkan Ahmadiyah, itulah inti persoalannya. Selama pemerintah tidak tegas, maka konflik horizontal akan terus terjadi,” ujar Koordinator Forum Peduli Penegakan Hukum Indonesia (FPPHI) Chaidir Arief kepada INILAH.COM, Selasa (8/2/2011).

Kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah, menurut Chaidir adalah aksi yang terjadi secara laten. Penyerangan selalu terjadi di berbagai cabang Ahmadiyah di Indonesia.

“Saya menangkap seperti ada pembiaran dari pemerintah terhadap konflik ini, SKB 3 menteri bukanlah payung hukum yang jelas. Dan sebenarnya Ahmadiyah bisa menggugat SKB tersebut,” jelasnya.

Pengamat hukum Universitas Islam Indonesia (UII) ini juga menegaskan, kewenangan pembubaran organisasi Ahmadiyah adalah kewenangan pemerintah bukan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“MUI dan NU juga Muhammadiyah sudah sepat menyatakan Ahmadiyah organisasi sesat dan menyesatkan, ini sudah bisa jadi dasar bagi pemerintah menyatakan Ahmadiyah sebagai organisasi terlarang di Indonesia,” ujar Chaidir. [mah]

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: