Beranda > Ada Asap, Ada Api > Italia Kecam Pembakaran Gereja Temanggung

Italia Kecam Pembakaran Gereja Temanggung

VIVAnews 

By Elin Yunita KristantiRabu, 9 Februari
Sejumlah motor di halaman Gereja Pantekosta Temanggung dibakar massa

VIVAnews – Indonesia kini jadi sorotan dunia menyusul meletusnya dua  kerusuhan yang melibatkan sentimen agama di Pandeglang dan Temanggung.

Dunia pun mengutuk keras. Salah satunya disuarakan langsung oleh Menteri Luar Negeri Italia, Franco Frattini. “Ini adalah demonstrasi fanatisme yang sangat serius,” kata dia di Praha, seperti dimuat situs MSN News.

Fratini yang berasal dari negeri yang 90 persen penduduknya adalah Katolik Roma mengatakan, apa yang terjadi di Temanggung adalah serangan kepada kebebasan beragama. “Juga serangan kebebasan berkeyakinan seseorang.”

Menlu Italia berharap pemerintah Indonesia yang dikenal giat mendukung dialog antar umat beragama melakukan langkah yang benar dalam merespons aksi intoleransi ini.

Kecaman juga disampaikan Komisi Hak Asasi Manusia Asia, The Asian Human Rights Commission (AHRC). Lembaga ini melihat eskalasi penggunaan kekerasan oleh kelompok-kelompok fundamentalis agama adalah akibat dari tidak tegasnya aparat keamanan dalam menyikapi kasus-kasus serupa di masa lalu. Juga, menurut mereka, ini jelas menunjukkan adanya kelalaian pemerintah menjamin hak-hak dasar warganya.

AHRC meminta Indonesia mengusut tuntas kasus-kasus kekerasan yang berkaitan dengan keyakinan dan agama warga negaranya. Hukum harus ditegakkan untuk tindakan yang antitoleransi. “Demokrasi bukan berarti mayoritas berkuasa di atas minoritas. Tapi, adalah perlindungan tanpa kompromi terhadap hak-hak dasar manusia, termasuk kebebasan menganut agama dan keyakinan,” demikian sikap AHRC dalam pernyataannya yang dimuat http://www.scoop.co.nz.

Khusus untuk kasus Ahmadiyah, AHCR juga mengritik kinerja Kepolisian Indonesia. “Polisi tidak bisa berlindung di balik klaim mereka tak bisa menghentikan aksi kekerasan itu,” kata Direktur Eksekutif AHRC, Wong Kai Shing.

Hanya dalam hitungan hari, dua tragedi kekerasan terhadap umat beragama terjadi.

Minggu, 6 Februari 2011, sekitar 1.500 orang menyerbu rumah tempat berkumpul komunitas Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Tiga jemaah Ahmadiyah tewas mengenaskan.

Kerukunan umat beragama kembali terkoyak dua hari kemudian. Selasa, 8 Februari 2011. Kerusuhan di sidang kasus penodaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung tak mampu dikendalikan polisi dan menjalar keluar gedung pengadilan. Massa yang didatangkan dengan truk dari luar Temanggung, mengamuk, membakar dan merusak tiga gereja. (kd)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: