Beranda > Kesehatan > Komisi Informasi Desak Pengumuman Susu Formula Tercemar

Komisi Informasi Desak Pengumuman Susu Formula Tercemar

Antara

Antara – Kamis, 10 Februari

Jakarta (ANTARA) – Komisi Informasi Pusat mendesak Kementerian Kesehatan, Institut Pertanian Bogor (IPB), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera menginformasikan kepada masyarakat jenis susu formula yang terkontaminasi bakteri enterobacter sakazakii.

“Dalam kerangka Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik, informasi semacam itu masuk dalam kategori informasi yang wajib diumumkan serta merta oleh badan publik, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Kalau tidak diumumkan justru berbahaya,” kata Komisioner Komisi Informasi Pusat Abdul Rahman Ma`mun di Jakarta, Rabu.

Apalagi telah ada putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 2975K/Pdt/2009 yang menyatakan tindakan tidak mengumumkan jenis susu formula yang terkontaminasi bakteri enterobacter sakazakii itu sebagai perbuatan melawan hukum.

“Setelah ada putusan MA, penggugat dapat meminta pengadilan untuk melakukan eksekusi atau sita terhadap dokumen penelitian untuk diumumkan,” kata Rahman.

Bahkan, penggugat bisa melaporkan ke polisi dengan menggunakan ancaman pidana UU Komisi Informasi Pusat (KIP) Pasal 52 yang menyebutkan badan publik yang dengan sengaja tidak menyediakan, tidak memberikan, dan/atau tidak menerbitkan informasi publik secara berkala, serta merta dan tersedia setiap saat dan/atau informasi publik yang harus diberikan atas permintaan sesuai dengan undang-undang ini, dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain dikenakan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000 (lima juta rupiah).

“Hingga saat ini masyarakat terus mengkonsumsi susu formula tanpa mengetahui kemungkinan risikonya, karena ternyata ada temuan terkontaminasi bakteri itu,” tambah Rahman.

Kasus ini bermula ketika para peneliti IPB menemukan adanya susu formula yang terkontaminasi bakteri enterobacter sakazakii sebesar 22,73 persen dari 22 sampel susu formula yang beredar tahun 2003-2006.

Namun IPB tidak bersedia mengumumkan merek susu tersebut.

Pengacara konsumen publik, David Tobing, menggugat IPB, BPOM dan Menkes ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dan memenangkan perkara tersebut. MA melalui putusan kasasinya pada April 2010 memperkuat putusan PN Jakarta Pusat.

Majelis Kasasi yang diketuai Harifin A Tumpa mewajibkan ketiga badan publik tersebut mempublikasikan nama-nama susu formula terkontaminasi Enterobacter sakazakii. Namun, hingga kini belum juga diumumkan.

Kategori:Kesehatan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: