Beranda > Parlementaria > Menteri Agama Kaji Pembubaran Ahmadiyah

Menteri Agama Kaji Pembubaran Ahmadiyah

Anggota Komisi VIII DPR, Hasrul Azwar meminta Menteri Agama untuk membubarkan Ahmadiyah.
Rabu, 9 Februari 2011, 23:28 WIB

Antique, Zaky Al-Yamani

VIVAnews – Keberadaan Ahmadiyah yang kerap menimbulkan masalah, membuat Menteri Agama, Suryadharma Ali mempertimbangkan untuk membubarkan jamaah tersebut.

“Pemerintah belum mengambil keputusan langkah apa yang diputuskan, karena masih dalam kajian. Tapi masukan dari anggota Komisi VIII DPR yang meminta Ahmadiyah dibubarkan tadi sebagai masukan berharga yang akan dipertimbangkan,” ujar Suryadharma Ali dalam Rapat Dengan Pendapat di Komisi VIII DPR, Senayan, Rabu malam 9 Februari 2011.

Sebelumnya, dalam rapat tersebut, anggota Komisi VIII DPR, Hasrul Azwar meminta Menteri Agama untuk membubarkan Ahmadiyah. “MUI sudah melarang. Ulama dunia sudah melarang. Apalagi alasan pemerintah Indonesia untuk tidak membubarkan Ahmadiyah? Ahmadiyah berdiri sejak 1925 dan sudah menjadi penyebab kekerasan. Kalau tidak dibubarkan akan terus begini,” ujarnya.

Suryadharma sendiri mengungkapkan di hadapan Komisi VIII bahwa sejak kelahirannya (Ahmadiyah) memang sudah menimbulkan masalah. Akibatnya, sejumlah organisasi seperti NU, Muhamadiyah, Persis dan Watoniyah mengeluarkan larangan tentang Ahmadiyah.

Menag juga tidak memungkiri banyak pihak yang berpendapat bahwa ajaran Ahmadiyah merupakan ekspresi kebebasan beragama. “Banyak pandangan yang mengatakan bahwa itu salah satu ekspresi kebebasan beragama dan harus diberikan ruang tumbuh dan berkembang. Tapi pandanagan ini diperhadapkan dengan pengertian, apakah kebebasan artinya bebas segalanya tanpa ada batasan?” tanya Suryadharma Ali.

Suryadharma mengingatkan dalam ajaran Ahmadiyah banyak ditemukan penistaan agama Islam. “Mereka (Ahmadiyah) mengaku Islam tapi tidak mengikuti prinsip Islam. Apakah Kebebasan berekspresi termasuk menistakan agama? Kebebasan berarti dapat mengubah ayat-ayat Al-quran? Dan apakah termasuk boleh menciptakan nabi sendiri yang lepas dari pokok prinsip ajaran?” tuturnya.

Dari beragam pertanyaan itulah, pemerintah didorong untuk mengambil kebijakan yang tegas dan melakukan kajian intensif terhadap Ahmadiyah. “Kemenag akan melakukan dengar pendapat dengan berbagai kalangan yang mempelajari Ahmadiyah,” ujar Suryadharma.

Sementara itu, sosialisasi SKB 3 Menteri masih dilakukan hingga saat ini. “Sosialisasi terus dilakukan dan tidak berhenti” ujarnya.

Kementerian Agama mencatat jumlah jamaah Ahmadiyah mencapai 40-50 ribu jamaah yang tersebar di 320 cabang. Sedangkan pihak Ahmadiyah mengklaim memiliki jemaah mencapai 400 ribu. (hs)

• VIVAnews

Kategori:Parlementaria
  1. Februari 10, 2011 pukul 1:34 am

    baru dikaji utk dibubarkan????
    he he he…mo nunggu korban berikutnya kali ya…

  2. Februari 10, 2011 pukul 6:47 am

    Barangkali ini yang dinamakan dengan manajemen “melayu” itu.

  3. Februari 10, 2011 pukul 8:12 am

    oohh….begitu ya…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: