Beranda > Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) > Muhaimin Serukan Kader PKB Lindungi Jemaat Ahmadiyah

Muhaimin Serukan Kader PKB Lindungi Jemaat Ahmadiyah

Rabu, 09/02/2011 17:34 WIB

Laurencius Simanjuntak – detikNews

 

Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, meminta kaum nahdliyin dan kader partainya untuk melindungi warga Ahmadiyah. Meski mengaku tidak sependapat dengan ajaran Ahmadiyah, Muhaimin mengatakan, hak Ahmadiyah sebagai warga negara harus tetap dilindungi.

“Apabila melihat dan menyakini saudaranya dalam asumsi sesat, katakanlah seperti Ahmadiyah, jangan permalukan agama Islam dengan mengambil tindakan sendiri. Sesesat apapun, tidak ada warga yang berhak berbuat (kekerasan). Saya minta nahdliyin dan PKB untuk melindungi Ahmadiyah,” kata Muhaimin.

Hal itu dikatakan Muhaimin dalam deklarasi Gerakan Kebangsaan bertajuk ‘Menjamin Kebhinnekaan dan Kebebasan Beragama, Berkeyakinan dan Beribadah’, di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (9/2/2010). Hadir dalam acara itu tokoh agama antara lain, Franz Magnis Suseno, Musdah Mulia dan Pdt Jeffrey Tembayong.

PKB juga mengutuk keras atas tindak kekerasan yang berturut-turut terjadi di Pandeglang, Banten dan Temanggung, Jawa Tengah. Muhaimin mengatakan, pihaknya merasa terhina dengan kelompok bergejolak yang mengatasnamakan Islam. Menurutnya, mereka tidak mengerti makna dan perjuangan Islam.

“DPP PKB merasa kecewa dan terhina jika ada kelompok mengatasnamakan Islam namun
menggunakan kekerasan, bahkan membunuh,” kata Muhaimin.

Muhaimin juga mengimbau, agar kaum nahdliyin, pengurus PKB dan pengurus pesantren di mana pun untuk tidak terlibat dengan kelompok bergejolak yang mengatasnamakan Islam. Kalau ada yang sudah terlibat, Muhaimin memintanya untuk berhenti.

Muhaimin menambahkan, Gerakan Kebangsaan yang diinisiasi pihaknya itu dibuat untuk meneguhkan kembali komitmen dan tekad baru menguatkan rasa persaudaran dan kebangsaan. Gerakan juga meminta penegak hukum mengambil langkah-langkah sistematis untuk mengusut pelaku anarkisme.

Sementara itu, Musdah Mulia mengakui terluka dengan kelompok bergejolak yang membajak nama Islam untuk kepentingan-kepentingan yang tidak Islami. “Mari berani suara bahwa Islam dibajak sekelompok orang untuk kepentingan yang tidak Islami,” kata Musdah.

(lrn/nik)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: