Beranda > Ahmadiyah, Solusi Permasalahan > Ahmadiyah Terancam Dibubarkan

Ahmadiyah Terancam Dibubarkan

NASIONAL – HUKUM

Kamis, 10 Februari 2011 , 06:29:00

JAKARTA –  Pemerintah mengisyaratkan akan melarang penyebaran ajaran Ahmadiyah di Indonesia. Kebijakan tegas itu diambil agar tidak ada penistaan terhadap ajaran agama Islam di tanah air. Juga mencegah aksi kekerasan kembali terjadi.

Keputusan itu dari hasil pertemuan tertutup antara Menteri Agama Suryadharma Ali, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arief, dan Menkumham Patrialis Akbar di Kantor Menag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, kemarin (9/2). “Jika Ahmadiyah masih melakukan penyebaran ajarannya, akan kami tindak. Begitu pula jika ada warga yang melakukan kekerasan kepada anggota JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia),” ujar Suryadharma Ali. Menag mengatakan, ada beberapa dasar pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap Ahmadiyah.

Pertama, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah adalah sesat. Fatwa MUI itu menjadi rujukan bagi pemerintah untuk memberikan layak atau tidaknya ajaran Ahmadiyah disebar di Indonesia. “Fatwa MUI adalah referensi untuk mengambil keputusan secara permanen,” ujar Suryadharma.

Dasar kedua adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Ahmadiyah yang disusun 2008 lalu. Dalam SKB itu pemerintah meminta penganut Ahmadiyah meninggalkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Islam. Suryadharma mengatakan bahwa ajaran Ahmadiyah yang mengaku Islam, namun mereka memiliki kitab dan nabi sendiri adalah bentuk penodaan terhadap ajaran Agama Islam. “Sangat jelas dalam Islam Alquran adalah kitab suci dan tidak boleh diubah-ubah. Sedangkan Muhammad adalah nabi terakhir,” ujarnya.

Pemerintah juga mempertimbangkan penolakan mayoritas masyarakat terhadap ajaran Ahmadiyah. Menurut Suryadharma, penolakan itu adalah masukan untuk mengambil tindakan tegas. Saat ini, opsi larangan resmi masih dikaji secara lintas kementerian. Setelah pembahasan rampung maka akan segera dirilis kepada publik. “Itu masih dimatangkan,” ujar dia.

Walaupun opsi pelarangan menguat, Suryadharma mengatakan masih ada sejumlah hal lain yang juga dipertimbangkan. Yakni agar Ahmadiyah menjadi agama baru yang tersendiri dan terpisah dari Agama Islam. Jika Ahmadiyah menerima usulan itu, berarti mereka harus menanggalkan atribut-atribut yang ada dalam ajaran Islam seperti kitab suci Alquran, masjid, dan tidak menganggap ada nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir.

Pilihan lain adalah agar Ahmadiyah kembali ke ajaran agama Islam sesuai yang dituntunkan oleh Alquran dan. Opsi lain adalah Ahmadiyah dibiarkan berkembang di Indonesia karena ada yang menganggap bahwa hal tersebut bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM). “Tapi pertanyaannya, apakah Ahmadiyah mau meninggalkan identitas agama yang selama ini dianutnya” Karena itu semua kini sedang dipertimbangkan,” kata Menag.

Di tempat yang sama Kapolri Timur Pradopo mengatakan, kejadian yang terjadi selama ini adalah oknum perorangan yang mengatasnamakan ormas tertentu. Kapolri menegaskan dalam kejadian di Cikeusik maupun di Temanggung ada proses hukum yang dilanggar. Meski demikian Kapolri belum akan menginstruksikan tembak di tempat bagi pelaku tindak kekerasan.

Menurutnya Kepolisian akan berupaya menghindari tindakan yang justru memperburuk keadaan. “Tindakan tegas sesuai hukum, bisa melalui peringatan. Tentunya akan terus dilakukan langkah-langkah tindakan itu tidak akan mengakibatkan situasi lebih buruk,” terang Timur.

Menkumham Patrialis Akbar mengatakan bahwa pelarangan Ahmadiyah belum bisa dimatangkan dalam pertemuan tersebut. Pemerintah, kata dia, terus mencari solusi yang terbaik untuk menghindari konflik. Patrialis mengatakan, pemerintah juga akan melibatkan unsur Ahmadiyah ketika akan mengambil keputusan terkait sehingga nantinya keputusan tidak bersifat sepihak. “Ini kan konflik dari jaman kuda gigit besi. Kalau opsi pembubaran itu kan wartawan lebih pintar menyimpulkan,” ujar dia. (zul/iro)

Iklan
  1. Februari 10, 2011 pukul 2:31 am

    bubarkan

    • Februari 10, 2011 pukul 6:39 am

      Artinya, hanya ada satu kata: “bubarkan!!!”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: