Beranda > Ahmadiyah dan Pelanggaran HAM > Kejanggalan-kejanggalan di Tragedi Cikeusik

Kejanggalan-kejanggalan di Tragedi Cikeusik

Nasional
Komnas HAM:
Komnas HAM berencana memanggil polisi, baik dari tingkat daerah sampai kapolri.
Kamis, 10 Februari 2011, 14:16 WIB

Ita Lismawati F. Malau, Bayu Galih

 

Cuplikan video penyerangan jemaah Ahmadiyah (dok. Ahmadiyah)

VIVAnews – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai kekerasan yang terjadi saat  penyerangan kepada jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Banten, sebagai kasus yang luar biasa. Selain itu, Komnas HAM juga menduga ada rekayasa dari kekerasan yang terjadi di Cikeusik.

“Dimensinya cukup banyak, dan kami menduga kuat ada rekayasa,” kata  Komisioner Subkomisi Mediasi Komnas HAM Ridha Saleh di kantor Komnas HAM, 10 Februari 2011.

Untuk membongkar dugaan rekayasa kekerasan di Cikeusik, Komnas HAM langsung membentuk tim. Hingga hari ini, setidaknya tim dari Komnas HAM melihat ada tiga kejanggalan.

Pertama, Komnas mendapatkan informasi pihak kepolisian dan aparat keamanan sudah mengetahui akan ada penyerangan terhadap komunitas Ahmadiyah sebelum kejadian. “Sejak dua hari sebelumnya,” ujar Ridha.

Kedua, Komnas mendapatkan informasi ada pesan pendek (SMS) yang masuk ke kepolisian mengenai rencana penyerangan. “Dari orang yang kemungkinan juga sudah diketahui (oleh polisi),” jelas Ridha.

Kejanggalan ketiga, kepolisian dikabarkan sudah tahu jumlah massa yang akan menyerang, namun jumlah pasukan yang dikerahkan tidak seimbang dengan jumlah massa. “Pengerahan pasukan hanya tidak imbang. Ini ada apa?” tutur Ridha.

Selain itu, kejanggalan secara nyata pun terlihat di lapangan, karena lokasi kejadian jauh dari keramaian. “Kenapa di wilayah itu?” ucap Ridha.

Karena itu, tim Komnas HAM yang berada di lapangan pun akan meminta keterangan terhadap sejumlah aparat kepolisian. Baik itu Kapolsek dan Kapolres setempat, Kapolda Banten, hingga Kapolri.

“Kami sudah membicarakan memanggil Kapolri dan petinggi-petinggi yang kami anggap harus didapatkan informasi. Kebijakan apa yang sedang mereka buat dalam proses penyelesaian ini,” ucap Ridha.

Dalam insiden yang terjadi Minggu 6 Februari lalu itu, tiga orang tewas sementara enam lainnya menderita luka parah. (umi)

• VIVAnews

Iklan
  1. Februari 14, 2011 pukul 6:49 am

    smoga Allah menunjukan kebenaranya…

  2. Februari 15, 2011 pukul 12:28 pm

    Kita juga berharap demikian……….. Ngomong2………. kenapa bila HAM umat Islam dilanggar….. “dunia” sepertinya diam seribu bahasa. Lalu ada apa sih sebenarnya di balik HAM????????????????????????????????????????

  3. Februari 16, 2011 pukul 2:55 am

    HAM itu hanya khusus diluar islam…he he he…

  4. Februari 16, 2011 pukul 12:24 pm

    Oooo begitu………….. pantas saja demikian. Ngomong2, hal tersebut mengingatkan kita akan firman Allah SWT dalam Surat As Shaf ayat 8 artinya: “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir membencinya”. Artinya dengan cara seperti itu mereka berusaha untuk “menghabisi” Islam……… Hebattttttttt!!!!!!!!

  5. Februari 17, 2011 pukul 9:04 am

    betul sekali pak izhar…dan ingat jg…HasbunalLâh Wani’mal-Wakîl..

  6. Februari 17, 2011 pukul 10:26 am

    Selain itu, dalam konteks “berburu” amal shaleh, sejatinya inilah esensi kehidupan yang harus kita hadapi…… Thanks.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: