Beranda > Mubarak, Di Sini Saya Akan Mati > Mubarak khawatir Mesir kacau jika dia mundur

Mubarak khawatir Mesir kacau jika dia mundur

Bentrok MesirMubarak membantah berada dibalik serangan terhadap para demonstran 

Presiden Mesir Hosni Mubarak mengatakan ingin mengundurkan diri secepatnya, tetapi dia khawatir akan terjadi kekacauan jika itu dilakukan.

Dalam wawancara pertamanya sejak protes anti pemerintah terjadi, kepada ABC dia mengatakan sudah “bosan” berkuasa.

Tetapi Mubarak memperingatkan Ikhwanul Muslimin akan mengambil alih kekuasaan jika dia mundur.

Situasi di Kairo semakin memanas, bentrokan antara oposisi dan pendukung presiden terus terjadi.

Wartawan BBC Paul Adams mengatakan pernyataan Mubarak ini digunakan di masa lalu untuk menjelaskan tekanan politik yang dilakukan terhadap Ikhwanul Muslimin selama 30 tahun terakhir.

Puluhan ribu orang pemrotes kembali berkumpul di pusat kota Kairo pada malam hari.

Pendukung Mubarak menyerang pemrotes dengan batu dan beberapa diantaranya malah menggunakan senjata api.

Upaya militer untuk memisahkan kedua kelompok ini gagal.

Menteri Kesehatan Mesir Ahmed Samih Farid mengatakan delapan orang tewas dalam bentrokan, yang terjadi sejak Rabu (2/2), dan sekitar 890 orang terluka, sembilan diantaranya dalam kondisi kritis.

Hosni MubarakMubarak mengatakan dirinya sudah bosan berkuasa 

Wartawan BBC di Kairo Khaled Ezzelarab para pemrotes yang sebelumnya berkumpul di Lapangan Tahrir, mulai mengarah ke Lapangan Abdel Monem Riyad.

Penyerangan terhadap wartawan asing dari berbagai media terjadi di Lapangan Tahrir dan selain itu pendukung Mubarak juga mendatangi sejumlah hotel di Kairo.

Sejumlah jurnalis diserang dengan stik dan peralatan mereka dirusak.

The New York Times mengatakan dua reporternya dibebaskan setelah ditahan hingga Kamis (3/2) malam.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan agar serangan dihentikan.

“Itu merupakan tindakan kasar dan sama sekali tidak dapat diterima, harus dihentikan segera,” kata Ban

Seruan juga dilancarkan oleh sejumlah negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol.

Pada sore hari, sejulah aktivis politik ditahan oleh polisi militer, termasuk perwakilan kelompok pemantau HAM Human Rights Watch dan Amnesty International.

Kepada, Christiane Amanpour dari ABC, Mubarak membantah berada dibalik serangan terhadap para pemrotes itu.

“Saya sangat tidak senang dengan yang peristiwa kemarin. Saya tak ingin warga Mesir saling serang,” kata Mubarak.

Dia mengatakan Ikhwanul Muslimin berada dibalik peristiwa kekerasan itu.

Iklan
  1. Februari 11, 2011 pukul 7:37 am

    mubarookk…bisa aja alesanye…

  2. Februari 11, 2011 pukul 9:06 am

    Untuk “ketahanan diri” ….. 1001 alasan bisa dicari…….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: