Beranda > Ahmadiyah, Buah Ketidak Tegasan Pemerintah > Pengupload Video Penyerangan Ahmadiyah Tidak Akan Diperiksa Polisi foto

Pengupload Video Penyerangan Ahmadiyah Tidak Akan Diperiksa Polisi foto

Kamis, 10/02/2011 12:19 WIB
Mega Putra Ratya – detikNews

 

Jakarta – Video penyerangan Ahmadiyah di Youtube membantu polisi mencari pelaku penyerangan. Polisi takkan memeriksa pengupload tersebut.

“Itu membantu kita mencari pelaku (penyerangan). Namanya (pengupload) belum tahu kita. Ya nggaklah (diperiksa), nanti dia tidak mau upload lagi dong,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, di ruang kerjanya Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (10/2/2011).

Menurut dia, video di youtube menjadi bahan masukan bagi Irwasum dan Bareskrim.

Dikatakan dia, aparat Kepolisian sedang mendalami kelompok-kelompok di balik penyerangan jemaat Ahmadiyah. “Lagi didalami, nanti kita tunggu hasilnya,” ujarnya.

Demikian pula dengan pelaku penyerangan yang memakai pita biru. “Itu juga sedang kita dalami,” kata Anton.

Anton mengatakan, Irwasum masih melakukan pemeriksaan terkait insiden yang menewaskan 3 orang ini. Pemeriksaan belum selesai.

“Mengapa bisa jatuh korban. Apakah ada pembiaran atau sebagainya, kita tunggu saja,” kata Anton.

Ketika ditanya apakah protap penanggulangan anarkis massa diterapkan atau tidak, Anton menjawab sedang dilakukan pengecekan tahapan-tahapannya.

“Tim sedang mengecek tahapannya. Ada sistem yang tidak jalan atau tidak bahwa kalau ada info begini apa yang harus dilakukan. Intel memberi info kepada pimpinan. Nanti kita cek pimpinannya juga. Nanti, dari tahap ke tahap kita cek semua,” papar Anton.

Sebelumnya, video penyerangan Ahmadiyah berdurasi 1.06 menit beredar di Youtube. Sadis dan biadab! Dua kata itu mungkin diucapkan saat menonton video ini. Video tanpa judul itu memperlihatkan dua pemuda jemaat Ahmadiyah dibantai habis-habisan oleh massa yang mengamuk.

“Sudah-sudah, stop-stop. Tahan-tahan!” kata seorang polisi yang mengenakan helm berkali-kali. Namun massa yang berjumlah ratusan itu seperti tidak mendengar. Mereka yang sedang marah itu terus saja melempari dua pemuda itu dengan batu.

Sedangkan versi video yang lebih panjang dan tidak ada di Youtube menunjukkan adanya massa berpita biru yang terlibat dalam rusuh massa itu. Polri menyebut kekerasan di Cikeusik (Pandeglang) dan Temanggung ada penggeraknya. (aan/nrl)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: