Beranda > Mubarak, Di Sini Saya Akan Mati > Mesir pasca Mubarak

Mesir pasca Mubarak

Terbaru  11 Februari 2011 – 18:32 GMT
Husni Mubarak Masa depan Mesir pasca Husni Mubarak belum jelas 

Selama 18 hari tekad Husni Mubarak untuk mempertahankan kekuasaan berbenturan keras dengan keinginan jutaan rakyat Mesir yang menuntut Mubarak mundur.

Meski Mubarak telah mundur, kelompok demonstran di Lapangan Tahrir tidak menyodorkan pemimpin alternatif.

Selama dua minggu lebih, mereka bersatu menyerukan Presiden Husni Mubarak mundur dan menuntut perubahan ke arah demokrasi.

Berdasarkan undang-undang Mesir, ketua parlemen Mesir seharusnya mengambil alih kekuasaaan dengan kapasitas sebagai penjabat.

Namun semua orang tahu bahwa militerlah sebagai lembaga politik paling kuat di Mesir yang akan berkuasa.

Hal tersebut tersurat dalam pengumuman Wakil Presiden Omar Suleiman -yang juga harus mundur- bahwa Presiden Mubarak memberikan wewenang kepada Dewan Militer.

Militer Mesir tiba-tiba berada di pusaran tengah walau semula enggan turut menggusur Presiden Mubarak, pada sisi lain militer juga enggan mengusir massa yang menumpuk di Lapangan Tahrir.

Belum jelas

Hingga kini belum jelas apa yang menyebabkan akhirnya Mubarak bersedia megundurkan diri.

“Setelah masa itu, tidak diketahui apa yang akan terjadi. Tetapi Mesir tidak bisa kembali seperti masa lalu.”

John Simpson

Menurut wartawan BBC di Kairo, John Simpson, pucuk pimpinan militer mungkin melihat terjadi perpecahan di jajaran militer.

Para jenderal condong mendukung Presiden Husni Mubarak karena mereka sama-sama dari generasi yang sama, sedangkan kalangan perwira muda menaruh simpati kepada demonstran.

Untuk sementara ini, militer akan tetap berkuasa di Mesir, paling tidak sampai pemilihan presiden yang diperkirakan akan digelar Agustus atau September mendatang.

“Setelah masa itu, tidak diketahui apa yang akan terjadi. Tetapi Mesir tidak bisa kembali seperti masa lalu,” kata Simpson.

Namun karena militer enggan terlalu menekan aksi demonstrasi massa, rakyat Mesir sementara ini mungkin akan memberikan kesempatan kepada militer.

Jadi, suasana perayaan dalam menandai akhir kekuasaan otoriter Husni Mubarak mungkin akan mengabaikan sejumlah pertimbangan konstitusional, bahwa bukan ketua parlemen yang semestinya menjadi pemimpin sementara negara.

  1. Februari 12, 2011 pukul 2:52 am

    kayak indonesia dl ya sob……….semopga dengan mundurnya mubarak mesir menjadi lebih baik….amin

    salam persahabatan dr MENONE

  2. Februari 12, 2011 pukul 2:59 am

    Benar kawan …… kita berharap semoga demikian.

  3. Februari 13, 2011 pukul 8:49 am

    Sekarang sudah jelas.Alhamdulillah akhirnya husni mubarak mundur.
    semoga mesir bisa kondusif lagi dan mahasiswa yang menuntut ilmu disana balik dengan aman 🙂

    • Februari 15, 2011 pukul 11:41 am

      Betul, namun satu untuk diingat ………… Mesir sepertinya lepas dari mulut singa ….. masuk ke mulut harimau. Wallahu a’lam.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: