Beranda > Seputar Istana > SBY Sayangkan Ancaman Tentang Penggulingan Dirinya

SBY Sayangkan Ancaman Tentang Penggulingan Dirinya

Liputan 6 

Liputan 6 – 49 menit lalu
SBY Sayangkan Ancaman Tentang Penggulingan Dirinya

Liputan6.com, Atambua: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan kondisi saat ini berbeda dengan Mesir di rezim Hosni Mubarok. SBY menyayangkan pihak yang menghendaki rakyat Indonesia menggulingkan presidennya seperti di Mesir.

“Tidak semudah itu lantas Indonesia pasti akan menjadi mesir. Termasuk yang mengancam saya, awas indonesia kita mesirkan! Jangan ancam-mengancam lah! Dan kondisinya berbeda,” ujar SBY dalam wawancara dengan Reporter SCTV Rieke Amru seperti yang ditayangkan Liputan6 Siang, Sabtu (12/2).

Sebelumnya kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengancam akan membuat Indonesia seperti Mesir dan Tunisia jika pemerintah membubarkan FPI. FPI menilai pernyataan tegas Presiden SBY mengenai pembubaran ormas anarkis tak bermutu.(MEL)

Iklan
Kategori:Seputar Istana
  1. Zahirah K.
    Februari 18, 2011 pukul 9:48 am

    Ini adalah dalam kaitannya dengan kasus-kasus kekerasan terakhir seperti di Cikeusik, Temanngung dan Pasuruan. Cara melihatnya gampang. Kita juga bisa melihat berdasarkan urutan waktu. Pertama, ada pernyataan Tokoh Lintas Agama, dimotori Syafii Maarif, yang prihatin nasib bangsa. Pernyataan itu dipandang pemerintah/intelijen, bisa membahayakan stabilitas rejim ketika jutaan orang disini kian sulit akibat pemerintah yang tidak menciptakan roadmap dan pelaksanaan ekonomi yang jelas. Bila TLA ditindaklanjuti gerakan mahasiswa dan massa anti pemerintah saat ini, itu bisa memicu sebuah gerakan masif, berupa demo-demo dimana-mana, juga di depan DPR dan Istana. Kedua, tak lama kemudian, Tunisia dan Mesir meletus demo-demo besar, juga karena rakyat itu kian sulit akibat Ben Ali dan Mubarak yang kian sengsarakan rakyat mereka: Harga-harga terus naik. Rejim-rejim itu berjatuhan, melalui gerakan revolusi yang terpicu tak adanya daya-beli dan kelaparan. Di Indonesia, meski bukan diktator dan baru berkuasa 6 tahun berjalan, namun ketakutan seperti itu sudah dibacad. Perlu pengalihan isu yang efektif dan bertahan lama. Isu itu adalah isu SARA, meskipun ini terbukti tidak efektif untuk masa sekarang, ketika sebagian rakyat berpendidikan mengerti permainan dan taktik lama ini. Dulu di masa Suharto, cara pengalihan isu seperti itu efektif tapi lama-lama malahan membuat dia terguling. Sebetulnya taktik lama tidak perlu, sebab masih banyak penduduk ini yang bodoh-bodoh dan masih terpengaruh oleh hal-hal tahayul. Jadi mudah, buat saja “Selametan Minta Berkah” seperti yang kini dibuat bupati di Jawa Timur di bulan Maulud ini. Maka rakyat banyak berdatangan mandi air disana mereka berharap berkah. Gampang, Tidak perlu membunuh sesama manusia sebangsa lagi. Kesimpulannya juga, kalau kekerasan dibiarkan oleh pemerintah, maka semakin jelas bahwa itu semua upaya untuk mengalihkan usu dan bahkan pemerintah telah melakukan State Terrorism (terorisme oleh negara/pemerintah) terhadap rakyatnya, melalui preman-preman atas nama SARA.

    • Februari 18, 2011 pukul 2:19 pm

      Terkait apakah SARA hanya dijadikan “tiupan” politik atau tidak, tapi saya mencermati bahwa bila yang menjadi korban dari pihak Islam, dunia senyap seribu bahasa. Namun bila yang menjadi korban di luar Islam, si bisu pun lantang bicara.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: