Beranda > Ahmadiyah, Solusi Permasalahan > Pemerintah Harus Gelar Dialog Bahas Ahmadiyah

Pemerintah Harus Gelar Dialog Bahas Ahmadiyah

Antara 

Antara – 2 jam 5 menit lalu

Sumenep (ANTARA) – Pengamat politik Universitas Airlangga Surabaya Prof. Kacung Marijan menyatakan, pemerintah harus segera menggelar dialog untuk membahas persoalan Ahmadiyah.

“Dialog yang melibatkan semua elemen Islam, termasuk warga Ahmadiyah, itu, harus secepatnya dilaksanakan oleh pemerintah,” katanya di Sumenep, Rabu.

Hal itu dikatakan Kacung Marijan usai menjadi narasumber dalam kegiatan bedah program kerja 99 hari Bupati-Wakil Bupati Sumenep di Pendapa Agung setempat, ketika dimintai komentar terkait Ahmadiyah.

“Dialog itu harus melibatkan warga Ahmadiyah, supaya semuanya jelas. Kami yakin hanya dengan dialog, bisa dicari jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan Ahmadiyah di Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Kacung yang Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), mengatakan, secara kelembagaan, NU tidak membenarkan ajaran Ahmadiyah.

“Namun, kami sebagai pribadi maupun salah seorang Ketua PB NU, berharap warga Ahmadiyah tidak dianiaya, apalagi hingga dibunuh seperti yang terjadi di Cikeusik, Pandeglang, Banten, beberapa waktu lalu,” paparnya.

Kekerasan, kata dia, merupakan tindakan yang tidak berbudaya dan hanya akan menimbulkan persoalan baru.

“Dibanding melakukan tindakan kekerasan, umat Islam sebaiknya berdakwah guna menyadarkan mereka atau mengajak warga Ahmadiyah berdialog. Kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah,” ucapnya menambahkan.

Kacung juga mengemukakan, Ahmadiyah sebagai sebuah keyakinan tidak mungkin dihilangkan melalui jalan kekerasan.

“Kalau pun pemerintah membubarkan Ahmadiyah, siapa yang bisa menjamin warga Ahmadiyah tidak melaksanakan keyakinannya. Oleh karena itu, kami lebih meyakini dialog yang nantinya bisa menjadi media dakwah sebagai jalan untuk menyelesaikan persoalan Ahmadiyah,” katanya menegaskan.

Ia berharap para tokoh agama mengambil peran untuk mendamaikan situasi dengan cara mengedepankan dialog, ketika menghadapi konflik terkait agama.

“Persoalan yang terkait agama adalah isu yang sangat sensitif di kalangan warga. Dalam konteks ini, jangan sampai para tokoh agama terpancing dan selanjutnya ikut memprovokasi warga untuk melakukan aksi kekerasan,” ujarnya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: