Beranda > Abu Bakar Ba'asyir > Pengunjung Misterius di Sidang Ba’asyir

Pengunjung Misterius di Sidang Ba’asyir

Terorisme
Penulis: Adi Dwijayadi | Editor: Heru Margianto
Kamis, 10 Februari 2011 | 10:22 WIB
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Tersangka terorisme, Abu Bakar Baasyir, dengan kawalan ketat petugas Detasemen Khusus 88 Antiteror usai mengikuti pelimpahan berkas tahap kedua di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/12/2010). Polisi melimpahkan tersangka ke kejaksaan bersama berkas perkara dan sejumlah barang bukti. Baasyir diduga terlibat sebagai donatur dalam pelatihan militer kelompok teroris di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Abu Bakar Ba’asyir mensinyalir ada banyak pengunjung gelap yang selalu hadir pada setiap persidangan Ba’asyir. Kuasa hukum Ba’asyir, Mohammad Assegaf, menyebut mereka sebagai orang-orang misterius.

“Setiap persidangan Abu Bakar Ba’asyir, pasti yang datang itu misterius. Ia bukan wartawan, keluarga terdakwa, atau mahasiswa fakultas hukum,” katanya seusai sidang Ba’asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/2/2011). Assegaf tidak merinci lebih jauh siapa yang dimaksud dengan pengunjung misterius.

Sidang Ba’asyir dengan agenda pembacaan dakwaan ditunda hingga Senin (14/2/2011) mendatang. Pihak Ba’asyir menyatakan keberatan mengikuti sidang karena surat panggilan baru diterima 2 x 24 jam. Padahal, menurut KUHAP, surat panggilan harus sudah diterima dalam 3 x 24 jam.

Polisi melakukan pengamanan maksimal terhadap jalannya sidang. Sebab, ratusan simpatisan Ba’asyir berbondong-bondong datang mengikuti jalannya persidangan. Tidak semua simpatisan Baasyir dapat masuk ke ruang sidang. Mengantisipasi banyaknya simpatisan, pihak pengadilan menyediakan TV layar lebar di halaman gedung pengadilan.

Sebagian kelompok pendukung Ba’asyir yang tergabung dalam Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) rela duduk lesehan untuk menonton sidang Ba’asyir lewat TV LCD 40 inci. Sebagian lainnya tak bisa masuk ke kompleks dan hanya berdiri di luar pagar.

Ba’asyir didakwa dengan pasal berlapis. Amir JAT itu didakwa melakukan perencanaan, menggerakkan, permufakatan jahat, hingga memberikan atau meminjamkan dana untuk kegiatan terorisme.

Ba’asyir didakwa terlibat kegiatan pelatihan militer kelompok teroris di Pegunungan Jalin Jantho Aceh Besar. Selain itu, pengasuh Pondok Pesantren Ngruki, Solo, Jawa Tengah, itu juga didakwa terlibat perampokan Bank CIMB Niaga di Medan. Ia diancam hukuman mati.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: