Kamis, 17 Feb 2011

Lagi, Maxima Pictures Makan Rizki Haram Dengan Jual Aurat Wanita

Jakarta (voa-islam.com) – Masih ingat tulisan “Lagi, Maxima Pictures Kembali “Teror” moral, kemanakah Umat Islam?, yang dirilis beritanya oleh voa-islam.com pada Kamis, 25 Nov 2010.

Saat itu, Odi Mulya Hidayat, produser Maxima Pictures kembali melakukan “teror” pada nilai moral bangsa yang sedang dilanda musibah, ia kembali meluncurkan film “Hantu Tanah Kusir” dengan bintang film porno Jepang, Miyabi alias Pauleen alias Maria Ozawa.

Pemikiran yang memisahkan antara kehidupan nyata dan dunia film ini perlu di restorasi total, selain akan merusak tatanan sosial kita, merusak generasi muda dan tentunya mengusik kedamaian umat yang islam. Inilah dampak buruk demokrasi, karena sulitnya “menghantam” Salibis dan liberalis dengan alat negara yang pro-Islam.

Seakan tak jera dan makan rizky haram dengan modal menelanjangi wanita dan cerita musyrik yang kurang mendidik, kini sang produser kembali mengulangi terornya kepada umat islam dengan meluncurkan film tak mendidik “Jenglot Pantai Selatan”

Seharusnya umat Islam Indonesia memiliki “power” untuk melakukan tekanan secara politik dan kebijakan yang mampu membabat semua sarana yang bisa menyebabkan degradasi moral seperti sekarang ini. Deradikalisasi dan pendangkalan aqidah merebak dimana-mana dan media mainstream justru membantu menyebarkan kemaksiatan dan segala macam bentuknya.

Saatnya Umat islam bersatu mendesak film maksiat dan kurang mendidik seperti film-film yang biasa ditelurkan Maxima dan produsen sejenis.

Waspadai 5F dan 4f Yang Mendangkalkan Keislaman Anda!

Makar Kaum Orientalis, zionis memang tak habis-habis, mereka tak lelah mendangkalkan aqidah dan keimanan seseorang dengan beberapa hal berikut ini.

Food : Makanan, berbagai makanan jadi dan cepat saji yang diproduksi oleh pabrik yang belum jelas kesucian dan kehalalannya. Media juga membantu menyebarkan dan mempromosikan kelezatan makanan yang terkadang kita tergoda untuk mecicipi tanpa melihat kadar kehalalan bahan makan yang terkandung didalamnya, cara memotongnya dan mengandung syubhat lainnya.

Film : Para produsen film Hollywood yang mayoritas yahudi terus menerus mempropagandakan liberalisasi, umbar aurat wanita dan sex bebas sampai maksiat, tatto dan body piercing, rokok dan minuman keras, syirik maupun paham-paham yang menyerang islam. Dan logika ini dipakai orientalis, liberalis lokal dengan memasarkan film sejenis dengan menggunakan talent artis muslim dan non-muslim dalam kondisi yang semakin mendangkalkan iman dan moral bangsa.

Fashion : Busana, terutama dikalangan generasi muda yang kebanyakan sudah berkiblat pada trend-trend orang kafir yang selalu mengumbar aurat dan menimbulkan syahwat. Misalnya Para perancang busana mempromosikan pakaian yang indah namun mengumbar lekuk tubuh pria dan wanita, memamerkan potongan pakaian yang menampakkan pakaian dalam pria dan wanita hingga promosi gaya hidup lesbian, homoseksual yang sekuler, mereka mninggalkan pakain ketqwaan ala islam dan para Nabi yang santun dibalut pakaian suci dan menutup aurat baik jilbab maupun gamis dan koko yang bersih. Yakinlah, kehidupan sekuler semakin dikejar sejatinya semakin tak mampu mengisi relung hati manusia dengan materi semata. Karena itulah tipu daya syaithon

Faith : Para pakar seakan-akan berlomba-lomba memadamkan cahaya Allah dengan kepercayaan dedemit ala bikinan manusia agar manusia menjauhi fitrahnya yang membutuhkan kehadiran ‘Sang Pencipta yang Otentik seperti yang dijelaskan dengan kehadiran para Nabi dan Rasulullah. Paham bikinan ini mulai zionis, komunis, liberalis dan neo liberal, kapitalis, nasrani yang dibentuk yahudi, majusi, paganis, ahmadiyah, syiah, dah banyak lainnya termasuk gaya hidup Punk, artis dan Rockstar yang telah menjadi agama baru mendampingi demokrasi.

Freedom & Fun : Lawakan, tontonan -tontonan yang lucu yang sering kita jumpai dalam tayangan televisi yang hal tersebut sangat di benci Rasulullah. Dan kini hampir semua acara tv dan film dibubuhi pesan lawak dan kebebasan ala liberalis.

Tak sampai disitu Ternyata sasaran tersebut dianggap paling efektif oleh musuh-musuh Islam, Karena itu tidak heran jika umat Islam dewasa ini banyak yang tidak mempelajari Islam secara benar bahkan dengan jujur kita akui banyak di temui budaya-budaya yang sudah tidak Islami yang terkait dengan “4S” dan “4F”

SING : Musik-musik yang mempertunjukkan budaya dan lirik orang kafir dengan berbagai instrumennya.

SEX : Banyaknya media yang menyajikan gamba dan tayangan yang mengandung unsur pornografi dan porno aksi.

SPORT : Berbagai macam efen olahraga yang tidak mencerminkan kultur Islam (membuka aurat) serta digelar tanpa memperhatikan waktu sholat.

SMOKE : Rokok yang sudah umum dikalangan tua maupun muda,awam maupun intelektual bahkan kebanyakan kaum muslimin adalah pecandu rokok yang hukumnya menurut jumhurul’ulama adalah makruh,artinya sesuatu yang dibenci oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Bahkan menurut sebagian ulama adalah haram.

Adapun target-target yang di inginkan dari sasaran “4S” dan “4F” tersebut adalah :

1. Memurtadkan orang Islam secara massal.
2. Menjadikan umat Islam tidak faham ajarannya secara benar dan mendalam.
3. Menciptakan tokoh-tokoh muslim untuk dijadikan agen-agen dan antek-antek kafir dengan alasan kerjasama atau demokrasi.
4. Merintangi gerak dakwah islam serta aktifitasnya.
5. Menjauhkan semangat umat islam dari semangat jihad dan amar ma’ruf nahi munkar.
6. Menciptakan perpecahan dan permusuhan di kalangan umat islam.
7. Menjadikan umat islam jauh dari beribadah kepada Allah SWT.
8. Menciptakan opini publik berupa pemikiran yang sesat dan menyesatkan.

Umat Islam Waspadalah, ayo sebarkan…

[Desvanto R./voa-islam.com]

Kategori:Gazwul-fikir
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: