Beranda > Benar-benar Berita > Dandim: Prajurit Bekingi Tuak Langsung Ditindak

Dandim: Prajurit Bekingi Tuak Langsung Ditindak

Antara

Antara – Minggu, 20 Februari

Jambi (ANTARA) – Dandim 0417 Kerinci Letkol Inf Eko Prayitno menegaskan akan menindak tegas prajuritnya jika terbukti ada yang terlibat membeking peredaran tuak dan minuman keras lainnya di wilayah Kabupten Kerinci dan Kota Sungaipenuh.

“Tidak ada ampun bagi oknum TNI yang terlibat, akan langsung diciduk dan dihadapkan ke Mahkamah Militer untuk dihukum. Kesepakatan segenap unsur Muspida lainnya seperti kepolisian dan Kejaksaan yang juga menegaskan akan melakukan hal serupa. Kita semua telah membuat komitmen memerangi dan memberantas tuak dan sejenisnya dari Kerinci,” tegasnya di Kerinci, Minggu.

Menurut dia, hal tersebut telah menjadi kesimpulan dari Rapat Rakordinasi (Rakor) Akbar Unsur Muspida Kerinci bersama masyarakat dan juga rapat perwira TNI-Polri di Kerinci baru-baru ini.

Eko mengaku prihatin dengan maraknya peredaran tuak di kabupaten paling barat Provinsi Jambi tersebut. Sebelumnya Kerinci juga dikenal marak dengan ganja dan kebun ilegalnya hingga Kerinci sempat disebut Aceh kedua. Kondisi tersebut tentu sangat merisaukan pihak pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Saya sangat prihatin dengan perubahan dinamika yang terjadi pada generasi muda Kerinci saat ini, belakangan ini mereka sudah semakin poluler dengan tuak,” kata Dandim.

Kesimpulan itu juga muncul setelah dirinya selama enam bulan bertugas di Kerinci dan sering melakukan patroli ataupun cara-cara intelijen ke desa-desa, dan sering mendapati kerumunan anak muda di lorong-lorong desa tengah bercengkrama dengan bungkusan minuman di tangan mereka.

“Mereka tidak hanya bergitar dan menyanyi, tapi juga ditemani tuak dan berbagai jenis minuman keras lainnya yang disamarkan dalam wadah minuman biasa seperti plastik, cangkir atau gelas,” katanya.

Sementara itu, menurut Bupati Kerinci H Murasman, meminum minuman keras bukan bentuk kebiasaan apalagi budaya masyarakat Kerinci. Sejak dulu masyarakat Kerinci tidak mengenal yang namanya monuman keras apalagi tuak.

Tuak yang banyak dikonsumsi masyarakat sekarang ini pengaruh dari budaya luar sebagai dampak dari keterbukaan di era global.

Karena terbebasnnya Kerinci dari minuman keras, daerah berhawa sejuk tersebut tidak pernah memiliki peraturan daerah (Perda) tentang minuman keras karena masyarakatnya sudah begitu paham dengan aturan yang termaktub dalam aturan adat dan syariat agama Islam yang dianutnya

Oleh karena itu, segenap aparatur pemerintahan dan aparat keamanan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh seperti TNI, polisi, pol PP, dan kejaksaan, harus segera bertindak menghentikan kebiasaan baru yang bertentangan dengan adat dan agama ini.

“Razia harus segera diintensifkan, kalau ada oknum aparat yang membekingi, baik tentara maupun polisi harus ditindak tegas, agar budaya minuman keras seperti tuak tersebut tidak terus meluas dan akhirnya malah bisa dianggap sebagai bagian dari budaya masyarakat,” tegasnya.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: