Beranda > Dunia Islam > Habib Rizieq: Islam Tetap Damai dan Toleran

Habib Rizieq: Islam Tetap Damai dan Toleran

Antara

Antara – 56 menit lalu
Habib Rizieq: Islam Tetap Damai dan Toleran

Surabaya (ANTARA) – Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menegaskan bahwa Islam sampai sekarang tetap damai dan toleran.

“Istilah bahwa Islam radikal, kekerasan agama (Islam), teroris (Islam), dan fundamentalis (Islam) itu hanya diskriminasi,” katanya di Surabaya, Selasa.

Ia mengemukakan hal itu saat berbicara dalam seminar memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-88 NU yang digelar PWNU Jatim dengan pembicara utama KH Hasyim Muzadi (Rais Syuriah PBNU).

Seminar bertajuk “NKRI, Aswaja, dan Masa Depan Islam Nusantara” itu menghadirkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj, dan Ja`far Umar Thalib (Laskar Jihad).

Menurut Habib Rizieq, diskriminasi yang sengaja menyudutkan Islam itu terlihat dalam kasus pemberontakan di Filipina selatan dan Thailand.

“Kalau pemberontak di Filipina selatan dan Thailand itu beragama Islam, maka disebut teroris, tapi kalau non-Islam disebut gerilyawan, bukan teroris,” katanya.

Contoh serupa juga terjadi di Kashmir, India, Iraq, Palestina, dan sebagainya. “Kalau Israel melakukan pengeboman tidak disebut teroris,” katanya.

Bahkan, perlakuan diskriminasi pernah dialaminya. “Saat warga muslim Ambon dibantai, hal itu didiamkan, tapi ketika kami datang untuk menolong saudara sesama muslim, maka kami disebut teroris,” katanya.

Padahal, dirinya tidak akan menolong saudara sesama muslim bila saudaranya tidak dizalimi atau diberi tekanan demi tekanan secara fisik dan psikis.

“Kalau mau menghentikan apa yang disebut kekerasan itu, maka kuncinya sederhana yakni hentikan kekerasan terhadap Islam dan tidak menjadikan Islam sebagai tertuduh secara tidak adil,” katanya.

Ia menengarai, akhir-akhir ini muncul “serangan” psikis terhadap Islam melalui penyebaran buku-buku liberal yang menghina Allah, Nabi, dan Islam.

Dalam seminar itu, Habib Rizieq menyatakan pimpinan NU adalah gurunya dan NU adalah rumahnya. “NU itu rumah besar Aswaja, karena itu saya senang dengan tradisi tabayyun (klarifikasi),” katanya.

Sementara itu, mantan Ketua Umum Laskar Jihad Ustadz Ja`far Umar Thalib menilai Islam itu mengajarkan kekerasan dan kelembutan.

“Tapi, para kiai bilang kekerasan dan kelembutan dalam Islam itu situasional. Kapan untuk kekerasan dan kapan untuk kelembutan itu mengikuti pertimbangan maslahah (manfaat) dan mafsadah (bahaya),” katanya.

Dalam seminar itu, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sama-sama menilai bahwa NU merupakan pilar bangsa, perekat persatuan kemajemukan, dan penjaga NKRI.

Kategori:Dunia Islam
  1. Februari 23, 2011 pukul 5:04 am

    DABORIBO

  2. Februari 23, 2011 pukul 6:03 am

    Maksudnya …………??? Thanks.

  3. Februari 23, 2011 pukul 6:12 am

    DAmai BOleh RIbut BOleh….
    he he he….

  4. Februari 23, 2011 pukul 7:03 am

    Ado-ado se………… Titisan ……… BK yo………. qiqiqi.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: