Beranda > Hak Angket Pajak [HAP] > Tawa di Paripurna Angket Pajak

Tawa di Paripurna Angket Pajak

VIVAnews 

By Ismoko Widjaya, Suryanta Bakti Susila2 jam 25 menit lalu
Anggota DPR dari FPDIP Aria Bima

VIVAnews -Sidang paripurna Selasa 22 Februari 2011, yang membahas Pansus Hak Angket Panjak dihinggapi ketegangan. Hujan interupsi dan saling bantah bertaburan. Di tengah ketegangan, banyak kejadian lucu yang membuat sidang ini jadi penuh tawa. Dari yang mempertanyaan slip pajak anggota DPR sendiri, hujan stiker dari balkon hingga salah sebut nama Gayus Tambunan.

Kejutan pertama datang dari anggota Fraksi Golkar Basuki Tjahya Permana. Di sela sidang paripurna dia menyentil Sekretaris Jenderal DPR. Basuki mengaku tidak pernah diberi bukti pajak dari Sekjen DPR. Bahkan, Basuki ‘menantang’ apakah anggota DPR berani menunjukkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak.

“Kita perlu belajar dulu mengoreksi diri, sampai saat ini Sekjen DPR RI saja belum memberikan bukti pajak penghasilan kami. Apakah kita berani menunjukkan SPT dan pajak dari penghasilan kita,” kata Basuki.

Ketua DPR Marzuki Alie langsung menanggapi kritik Basuki. Marzuki meminta Sekjen segera menyerahkan potongan SPT. Belum selesai pernyataan Marzuki, tiba-tiba muncul kegaduhan dari balkon.

Seorang aktivis menyebar sejumlah stiker ke arah tempat duduk anggota dewan. Sontak, hal itu menimbulkan kegaduhan. “Saya minta yang diatas (balkon) untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menghambat jalannya rapat paripurna ini,” kata Marzuki diikuti Pamdal menyeret keluar pelaku.

Setelah kegaduhan reda, sidang dilanjutkan. Kali ini giliran Anggota Fraksi PDIP Aria Bima. Berapi-api Bima menyampaikan pandangannya sampai tiba-tiba hadirin tertawa lepas. Rupanya, Bima keseleo lidah.

“Mengenai kasus mafia pajak yang melibatkan Gayus Lumbuun,” kata Aria Bima diikuti gelak tawa hadirin. Aria  ‘baru tersadar’ setelah menjadi bawah tertawaan rekan-rekan DPR di satu gedung kura-kura.

Apa masalahnya? Dia salah sebut nama yang seharusnya terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan menjadi Gayus Lumbuun, rekan satu fraksinya. Buru-buru, Aria meralat “Saya mohon maaf pimpinan saya salah menyebut yang saya maksud adalah Gayus Tambunan,” ujar Aria.

  1. nobody
    Februari 23, 2011 pukul 5:03 am

    Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik aksi Anggodo, Gayus, dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

  2. Februari 23, 2011 pukul 6:01 am

    Benar……… dalam konteks demikian……….selaku umat Islam……… kita harus benar2 mengamalkan perintah Allah SWT untuk mengamalkan Islam secara kaffah.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: