Beranda > Ahmadiyah, Sesat Lagi Menyesatkan > Din Minta Pelarangan Aktivitas Ahmadiyah Tak Dikaitkan dengan HAM

Din Minta Pelarangan Aktivitas Ahmadiyah Tak Dikaitkan dengan HAM

Sabtu, 05/03/2011 22:47 WIB

Rois Jajeli – detikNews

Din Minta Pelarangan Aktivitas Ahmadiyah Tak Dikaitkan dengan HAM Ahmadiyah Tak Dikaitkan dengan HAM
Surabaya – Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin meminta pelarangan aktivitas jemaat Ahmadiyah tidak dikait-kaitkan dengan hak azasi manusia (HAM) penganut Ahmadiyah. Alasannya, HAM umat Islam yang berkeyakinan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir juga diganggu Ahmadiyah.

“Jadi HAM kita juga terganggu. Mohon juga kepada kawan-kawan pendukung HAM, perlu juga memahami. Jangan dikira kemudian tehadap Ahmadiyah dan ada gerakan seperti ini seolah-olah melanggar HAM,” ujar Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsudin kepada wartawan di sela-sela peresmian gedung G Inspire Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Jl Sutorejo, Mulyorejo, Sabtu (5/3/2011).

Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan umat Islam lainnya umat Islam menegaskan, bahwa keyakinan jemaat Ahmadiyah yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi setelah nabi dan rasul Muhammad SAW adalah melenceng dari akidah Islam.

“Sebenarnya telah terjadi pelanggaran HAM keyakinan beragama umat Islam, menyangkut akidah yang paling mendasar dan kenabian serta kerasual Nabi Muhammad SAW nabi dan rasul terakhir telah digoyah goyahkan. Ini sikap teologis,” tegasnya.

Din mengatakan, bagaimana eksistensi Ahmadiyah adalah kewenangan pemerintah, dan negara. Namun, ia meminta pemerintah tidak membiarkan permasalahan yang terjadi selama ini.

“Kami serahkan sepenuhnya ke pemerintah. Tapi pemerintah jangan melakukan pembiaran dan mengabaikan yang telah terjadi selama ini dan menimbukan aksi reaksi. Negara dengan kewenangannya pasti punya alasan dan ini perlu dipahami oleh semua pihak,” terangnya.

(roi/irw)

  1. Maret 10, 2011 pukul 6:02 am

    betul….

  2. Maret 10, 2011 pukul 11:17 am

    Selain itu, pemahaman HAM harus jelas dan tegas………. Sehingga perilaku kita ke depan benar-benar seperti adagium di Minangkabau………. tibo di mato indak dipiciang an………… tibo diparuik indak dikampih an………… Dalam konteks demikian Allah SWT secara tegas berfirman,artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat pada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan”.

  3. Maret 11, 2011 pukul 4:25 am

    subhanalloh….sungguh Allah itu Maha adil…
    “tibo di mato indak dipiciang an………… tibo diparuik indak dikampih an” artinye pak…he he he

  4. Maret 12, 2011 pukul 5:08 am

    Dakam bahasa sederhananya ……….. hukum tidak memandang orang……… apakah ia rakyat atau pejabat ………. hukum berdaulat penuh atas diri masing-masingnya!!!!!

  5. Maret 14, 2011 pukul 2:18 am

    tp dlm kenyataan pak…
    nenek ngambil pisang di hukum 2 bulan…
    pejabat ambil duit rakyat milyaran….bebasss…bebbbaasss….
    begikah d negeri ini???

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: