Beranda > Uncategorized > Ketentuan Hibah

Ketentuan Hibah

SEBAGAI individu, manusia tidak bisa lepas atau melepaskan diri dari komunitasnya. Pada konteks demikian, dalam hidup dan kehidupan berkomunitas, ada hak dan kewajiban yang melekat pada diri setiap kita, salah satu di antaranya memberi bantuan atau kemudahan atas berbagai kesulitan orang lain. Dalam Islam kewajiban itu dapat berupa zakat, infak, sadakah, wakaf, hibah dan lain sebagainya.

Terkait dengan hibah, dari Jabir bin ‘Abdullah r.a katanya: Rasulullah SAW membolehkan memberi (hibah) dengan ucapan: “Ini untuk anda dan keturunan anda, (maka pemberian itu tidak dapat diminta kembali untuk selama-lamanya). Apabila sipemberi berkata: “Ini untuk anda selama anda masih hidup”, maka harta pemberian itu kembali kepada si pemberi (bila orang yang diberi sudah wafat)”. (Hadits Shahih Muslim: 1602) [Izhar Ilyas @Harian Singgalang, 29 Juni 2008 – @Palanta Surau 2 Rabiul Akhir 1432 H]

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: