Beranda > Seputar Istana > PKS Tak Perlu Gusar, Golkar Tak Perlu Balas Dendam

PKS Tak Perlu Gusar, Golkar Tak Perlu Balas Dendam

Senin, 07/03/2011 15:36 WIB
Otak-atik Koalisi (4)

Deden Gunawan – detikNews

PKS Tak Perlu Gusar, Golkar Tak Perlu Balas Dendam

Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga kini masih bersikap menunggu. Partai dakwah ini sedang menanti sikap apa yang akan diambil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), usai evaluasi atas koalisi yang dilakukan selama beberapa hari terakhir.

Evaluasi terhadap partai koalisi dilakukan SBY merupakan buntut dari usulan hak angket mafia pajak yang digelontorkan di DPR. SBY dan Partai Demokrat (PD) merasa kecewa dengan sikap Golkar dan PKS yang berseberangan dalam bersikap terkait usulan hak angket tersebut.

Sikap PKS dan Golkar yang berseberangan dengan PD, sebagai pimpinan koalisi bukan kali ini saja. Sebelumnya PD juga merasa terpukul dengan sikap kedua partai tersebut dalam kasus Bank Century. Namun kala itu PD dan SBY masih bisa memaklumi. Bahkan usai kisruh Century di DPR SBY kemudian membentuk sekretariat gabungan (Setgab) sebagai wadah menyatukan pendapat.

Tapi pembentukan Setgab yang diketuai Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, rupanya tidak berjalan efektif. Jalannya koalisi ternyata tetap saja tidak seiring. Perbedaan pendapat hingga saling serang antarpartai koalisi malah semakin meruncing.

“PKS dan Golkar sudah dua kali bikin kericuhan di koalisi. Ini mengganggu soliditas koalisi dan para menteri yang berasal dari parpol jadi tidak fokus bekerja,” ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit kepada detikcom.

Anehnya, kata Arbi, meski sering berseberangan, PKS dan Golkar tidak mau keluar dari koalisi. Sementara perilakunya sering kali membuat kegaduhan di dalam koalisi. Jadi mau tidak mau SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD harus tegas dengan mendepak PKS dan Golkar.

Langkah menggusur PKS dan Golkar dari  koalisi harus segera dilaksanakan supaya jalannya pemerintahan bisa maksimal. “Ini kesempatan terakhir, sebelum 2014. Kalau tidak, SBY dan PD akan dirugikan karena kurang mendapat kepercayaan publik lantaran sering bersitegang dengan partai koalisi,” jelas Arbi.

Dengan merevisi koalisi tentu saja harus ada perombakan kabinet. Partai yang mbalelo kadernya dicopot dari jabatan menteri diganti dengan kader partai lain yang mau berkomitmen dalam menjalankan koalisi.

Saat ini SBY sedang menimang-nimang perubahan dalam koalisi berikut kabinetnya. Ada  kemungkinan beberapa menteri dari PKS bakal tergusur dengan masuknya Gerindra dalam jajaran koalisi.

Sementara nasib Golkar masih menunggu kepastian sikap PDIP. Jika partai yang dipimpin Megawati sepakat bergabung, maka SBY tentu akan merelakan Golkar hengkang dari koalisi dan dari kabinet.

Tapi akankah SBY punya keberanian mendepak PKS dan Golkar? “Harusnya SBY tidak usah takut. 60 Persen rakyat itu mendukung SBY. Tapi kalau mau reshuffle untuk kepentingan rakyat harus jelas. Jangan hanya pepesan kosong,” jelas pengamat
politik pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi.

Sejauh ini PKS sendiri sudah mulai terlihat gusar meski berupaya tegar.Kegusaran itu tercermin dengan dipanggilnya sekitar 250 orang jajaran pengurus DPD dan DPC se- Jabodetabek di Kantor DPP PKS.

Para pengurus PKS se-Jabodetabek dalam kesempatan itu menyatakan siap mendukung apapun kebijakan politik DPD terkait koalisi.

Dibanding Golkar, nasib PKS memang jauh lebih berbahaya. Sebab Golkar diperkirakan aman lantaran PDIP bakal menolak masuk koalisi. Sementara PKS diprediksi bakal tergusur Gerindra yang pada Jumat, (4/3/20110) memberikan sinyal bakal bergabung dengan koalisi PD.

Sejumlah jajaran elit DPP PKS serempak mengatakan siap menerima apapun keputusan SBY terhadap PKS. Mereka juga mengklaim tindakan mereka dengan mendukung hak angket bukanlah sebuah pelanggaran perjanjian koalisi.

Sumber detikcom di PKS malah menuding sikap PD yang menolak usulan hak angket justru yang perlu dicurigai. PD dituding ingin menghalangi upaya pemberantasan mafia pajak yang diduga melibatkan orang-orang di sekeliling istana.

Namun sumber tersebut tidak mau menyebut siapa dan kasus apa yang diduga akan dilindungi. “Coba saja buka di google soal Ancora,” begitu saran sumber tersebut melalui pesan singkatnya.

Kasus dugaan pengemplangan pajak PT Ancora Grup yang melibatkan Ketua BKPM Gita Wirjawan, memang menjadi salah satu bidikan Hak Angket Mafia Pajak DPR. Para pengusul hak angket berkeinginan mengungkap kasus tersebut seterang-terangnya. Kalangan DPR menilai penanganan kasus Ancora dinilai sangat lamban sehingga perlu didorong lewat Panja Pajak DPR.

Namun upaya ini justru dianggap bakal menghancurkan reputasi SBY dan PD. Sebab selain punya hubungan khusus dengan SBY,  Gita sangat dipercaya SBY untuk duduk sebagai Ketua BKPM. Bahkan Gita sempat ramai disebut bakal menjadi Meneg BUMN menggantikan Mustafa Abubakar.

Alasan itulah yang membuat sikap PD berubah.  PD yang sebelumnya mendukung hak angket langsung berbalik arah ketika tahu salah satu agendanya membongkar kasus pajak PT Ancora Grup, bukan untuk mengungkap kasus mafia pajak yang dilakukan
Gayus Tambunan semata.

Bila PKS akhirnya dikeluarkan dari koalisi, sementara Golkar tetap aman, keputusan SBY ini tentu saja mengherankan. Karena dua parpol tersebut sama-sama mendukung pembentukan Pansus Mafia Pajak. “Kalau PKS disingkirkan apa dosanya PKS? Ada 11 agrement, dan bila melihat itu sangat sulit menilai mana yang menyimpang. Lalu kenapa Golkar yang juga galak bisa bebas dari dosa itu?” kritis J Kristiadi.

Kristiadi mengimbau PKS tidak perlu gusar bila dikeluarkan dari koalisi. Sementara Golkar bila jadi didepak disarankan tidak perlu balas dendam. Berada di luar pemerintahan justru memberi peluang bagi PKS untuk menunjukkan sebagai partai yang berkarakter yang akan selalu bersikap adil dan profesional.

“PKS Tidak perlu takut. Perjuangan itu kan jangka panjang. Golkar tidak perlu balas dendam, ngapain balas dendam? Kalau kita punya niat luhur, di luar atau di dalam kekuasaan itu sama mulianya,” pungkas Kristiadi.

(ddg/iy)

Kategori:Seputar Istana
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: