Beranda > Parlementaria > Ruhut dan Gayus Bukan Referensi Komunikasi DPR

Ruhut dan Gayus Bukan Referensi Komunikasi DPR

Kompas

Kompas – 1 jam 33 menit lalu

JAKARTA, KOMPAS.com – Seringnya tokoh dari partai politik tertentu muncul di televisi tidak mengharuskan mereka jadi seorang yang dijadikan referensi komunikasi (influencers) di kalangan parlemen. Justru yang tampil sebagai influencers adalah anggota DPR yang tak terlalu dikenal. “Tokoh-tokoh influencer itu ternyata tidak harus seorang yang paling sering diketahui masyarakat dari TV, tapi juga bisa sebaliknya, seperti Ferdiansyah (Fraksi Partai Golkar) dan Ledia Hanifa Amalia (F-PKS),” kata Faisal, peneliti dari Plan Politika, Minggu (6/3/2011) dalam diskusi riset ‘Pola Komunikasi dan Social Network Politisi Senayan’ di Jakarta.

Meski sudah lama tampil di Senayan, Ferdiansyah jarang tampil ke publik. Padahal, di antara anggota DPR, dia merupakan tokoh yang dipandang erat komunikasinya. “Bahkan, kita cukup susah mengenali wajah Ferdiansyah atau mencari fotonya di internet,” timpal Faisal.

Sementara Ledia Hanifa jarang berbicara di depan media massa. Anggota Fraksi PKS ini justru menduduki posisi penting di jajaran pimpinan Kaukus Perempuan Parlemen RI 2009-2014 sebagai Ketua Bidang V (Humas).

Group Head Uvolution Indonesia, Andi Syafrani, mengungkapkan sejumlah nama yang jadi referensi komunikasi di DPR. Selain Ferdiansyah dan Ledia, juga ada Teguh Juwarno (FPAN), Theresia Pardede atau Tere, Situ Mufattahah dan Marzuki Ali (F-Partai Demokrat), Aziz Syamsuddin (FPG), M Nasir Jamil (FPKS) dan Dedi Gumelar (FPDI Perjuangan).

“Seluruh influencer tadi justru teralienasi. Mereka bukan narasumber dari kalangan internal partai yang dicari oleh media. Berbeda dengan Ruhut Sitompul (PD) dan Gayus Lumbuun (FPDIP) yang paling sering dipanggil sebagai referensi media televisi,” terang Andi.

Kategori:Parlementaria
  1. nobody
    Maret 7, 2011 pukul 4:44 am

    Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik aksi Anggodo, Budionoh, Gayus, Robert, Sri, Susiloh, dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

  2. Maret 7, 2011 pukul 4:50 am

    Anda benar Saudaraku. Saya sepandapat dengan Anda. Syukran.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: