Beranda > Seputar Istana > SBY Sadari Komplikasi Sistem Politik Indonesia

SBY Sadari Komplikasi Sistem Politik Indonesia

InilahOleh Irvan Ali Fauzi | Inilah – Jum, 11 Mar 2011 08.01 WIB
  • SBY Sadari Komplikasi Sistem Politik Indonesia
    SBY Sadari Komplikasi Sistem Politik Indonesia

INILAH.COM, Jakarta – Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan merasa dipaksa untuk melakukan perombakan kabinet, disebut sebagai sikap hati-hati untuk menyikapi komplikasi sistem presidensial dan parlementer dalam sistem politik Indonesia.

“Presiden itu sedang mengatakan ada komplikasi adalam sistem kita. Meski presidensial tapi ada pemahaman berbeda di DPR kita, sehingga menyebabkan sistem ini seperti parlementer,” ujar Fuangsionaris Partai Demokrat saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (11/3/2011).

Menurut Rachland sikap Presiden dalam menyikapi reshudffle tersebut adalah sikap kehati-hatian. Karena komplikasi sistem tersebut, maka pilihan yang dibuat Presiden harus hati-hati untuk memuluskan dan mengamankan kebijakan pemerintah.

Meski memenangi pemiliha presiden dengan hasil mutlak, lanjut Rachland, Presiden SBY juga perlu membuat koalisi dengan partai-partai di parlemen. “Dengan demikian selalu dibutuhkan kepastian untuk mengamankan kebijakan pemerintah menjadi efektif,” kilah Rachland.

Rachland bekilah, kesan lamban langkah Presiden dalam menyikapi masalah reshuffle ini karena dikhawatirkan bisa jadi menimbulkan banyak masalahlagi. “Konsekuensi bisa banyak, termasuk ketika reshuffle perlu mempertimbangkan suara sehingga otoritas preogatif itu tidak begitu terpakai, sehingga menyebabkan keributan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa seperti dipaksa untuk melakukan reshuffle kabinet. Hal tersebut disampaikan saat memberikan pidato sambutan dalam sidang kabinet tentang bidang Polhukam di Kantor Presiden, Kamis (10/3/2011).

“Seolah-olah saya dipaksa, diharuskan didikte untuk segera melaksanaka reshuffle dan kemudian apa yang saya dengarkan, ada yang mengatakan kenapa lamban,” jelas Presiden.

Berbagai kalangan menilai sejumlah elit Partai Demokrat telah dengan sengaja menekan Presiden SBY melakukan reshuffle kabinet, khususnya mencopot menteri-menteri PKS.

Iklan
Kategori:Seputar Istana
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: