Beranda > Politik > “Ruang Kritis Harus Ada, Tapi Mesti Beretika”

“Ruang Kritis Harus Ada, Tapi Mesti Beretika”

Liputan 6Liputan 6 – Sab, 12 Mar 2011 13.15 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Partai Amanat Nasional menilai setiap anggota koalisi harus mempunyai ruang kritis dalam mengatasi sebuah persoalan. Namun demikian tetap dalam koridor etika berkoalisi. Demikian disampaikan Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto dalam diskusi “Politik Undur-Undur” di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (12/3).

“Saya rasa yang perlu diperhatikan adalah tentang sejauh mana kritisime yang diberikan pada anggota Setgab. Kita tahu seni mengelola partai, ada ruang dimana kritisisasi harus dilakukan ada ruang dimana kita harus menghargai aturan berorganisasi. Setgab harus bisa mentati aturan koalisi itu,” ujarnya Bima Arya.

Selain itu, jelas Arya, ada persoalan komunikasi yang tidak baik dalam Setgab. Untuk itu persoalan komunikasi harus segera dibenahi. “Perosalan manajemen koalisi, proses komunikasi harus lancar. Fakta ini melengkapi, kalau memang terdapat anggota setgab yang salah ya harus ditindak,” tandas mantan pengamat politik ini.

Lebih jauh Arya mengatakan, koalisi itu ibarat pernikahan sehingga tidak ada aturan yang detail. Tapi tetap ada etika mendasar artinya basic rule of the game masih ada. “Harus ada etika yang tetap dijaga, reword and punishment tetap dilakukan,” imbuhnya. Pernyataan Arya ini terkait retaknya koalisi terkait hak angket pajak.(JUM)

Kategori:Politik
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: