Arsip

Archive for the ‘Guratan Garin’ Category

Syari’at Islam, Pergulatan Keyakinan di Indonesia

Agustus 26, 2010 Tinggalkan komentar

Izhar Ilyas

Berawal setelah kedatangan bangsa Portugis dan bangsa Belanda ke bumi nusantara. Kedatangan mereka ternyata membawa petaka bagi kita. Sebab, baik bangsa Portugis atau bangsa Belanda, telah menjadikan kita sebagai bangsa jajahan, bangsa yang tidak bermuruah, bangsa yang tidak bermartabat. Bangsa yang jadi jongos di rumahnya sendiri.

Agar apa yang mereka ingini tercapai, supaya sesuatu yang mereka harapkan terpenuhi, ketika itu mereka menerapkan program jajahan 3G, yaitu: Gold, menguras kekayaan bumi nusantara; Glory, menguasasi penduduk negeri; dan Gospel, melakukan pemurtadan atau kristenisasi. Untuk kesuksesan dan keberhasilan penjajahan, ketiganya saling bersinergi, saling isi mengisi. Baca selengkapnya…

Kendati Telah 65 Tahun Merdeka

Agustus 17, 2010 1 komentar

Izhar Ilyas

Berawal setelah kedatangan bangsa Portugis dan bangsa Belanda ke bumi nusantara. Kedatangan mereka ternyata membawa petaka bagi kita. Sebab, baik bangsa Portugis atau bangsa Belanda, telah menjadikan kita sebagai bangsa jajahan, bangsa yang tidak bermuruah, bangsa yang tidak bermartabat. Bangsa yang jadi jongos di rumahnya sendiri.

Agar apa yang mereka ingini tercapai, supaya sesuatu yang mereka harapkan terpenuhi, ketika itu mereka menerapkan program jajahan 3G, yaitu: Gold, menguras kekayaan bumi nusantara; Glory, menguasasi penduduk negeri; dan Gospel, melakukan pemurtadan atau kristenisasi. Untuk kesuksesan dan keberhasilan penjajahan, ketiganya saling bersinergi, saling isi mengisi.

Terkait apa yang dikemukakan di atas, Dr. H. Berkhof dan Dr. I. H Enklaar dalam buku mereka Sejarah Gereja, terbitan PT BPK Gunung Mulia Jakarta, Cetakan kedelapan, 1990, pada halaman 232 menulis: “Di mana-mana Misi berjalan berbimbingan tangan dengan penjajahan dan perdagangan”. Pada halaman yang sama lebih lanjut ditegaskan bahwa: “panglima-panglima kaum penjajah itu suka mempergunakan pekerjaan Misi untuk mempercepat dan menggampangkan penjajahan dan perniagaan mereka”. Baca selengkapnya…

Kategori:Guratan Garin

Menyoal Eksistensi ‘Roh Kudus’

Oleh Izhar Ilyas

Tidak berselang 30 menit setelah tulisan saya Teologi Trinitas Rapuh yang pernah dimuat di rubrik Kristologi Majalah Tabligh MTDK PP Muhammadiyah, Nomor 8/Tahun VI Januari 2009, diposting pada Tawaashaubilhaq’s Blog (sekarang: Palanta Surau dan IzharulHaq_4Islam) 29 September 2009, tiba-tiba muncul tanggapan dari pemilik Email: deroncapital@yahoo.com. Berikut komentarnya.
Salam..
Saya rasa sebagai seorang kristiani, sy harus meluruskan pandangan anda. Sy bukan ahli agama atau ahli kitab, tetapi saya tahu betul konsep kristiani.
Jika anda baca Yohanes 8 : 23-24 yg begini bunyinya : Lalu Ia berkata pada mereka, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”
Jelas sekali dari Injil Yohanes ini, Yesus menunjukkan bahwa Dialah Tuhan… Baca selengkapnya…
Kategori:Guratan Garin

Teologi Trinitas Rapuh

April 1, 2010 4 komentar

Izhar Ilyas

Dalam kehidupan beragama, Tuhan merupakan hal esensi bagi penganutnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Tuhan bermakna; “Sesuatu yang diyakini, dipuja, disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa, Mahaperkasa, dan sebagainya.” Dari kata Tuhan, kemudian kita mengenal istilah “ketuhanan”. Dimaksud dengan  ketuhanan dalam kaitan ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan.

Beranjak dari kerangka berpikir di atas, melalui tulisan ini penulis ingin menyigi tentang konsep ketuhanan menurut agama Kristen dikait-hubungkan dengan konsep ketuhanan menurut agama primitif (animisme).

Menurut Wardan Amir dalam bukunya Perbandingan Agama, Penerbit Toha Putra Semarang, setidaknya terdapat empat bentuk penyembahan atau sesuatu yang dianggap Tuhan oleh penganut animisme atau agama primitif, yaitu: pemujaaan kepada alam (nature worship), pemujaan kepada benda (fitish worship), pemujaan kepada binatang (animal worship), dan pemujaan kepada eluhur (ancistor worship). Sama seperti beberapa agama alam lainnya, agama primitif tidak mempunyai kitab suci. Baca selengkapnya…

Kategori:Guratan Garin

Turut Merayakan Natal

Februari 17, 2010 Tinggalkan komentar

Izhar Ilyas

Di Republik Indonesia, diakui terdapat enam agama yang dianut warga negara, yaitu: Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hucu. Masing-masing agama mempunyai keyakinan dan pengamalan berbeda. Perbedaan tersebut untuk kerukunan antarumat beragama kemudian direkomendasi dalam UUD 1945, Bab IX, Pasal 29, ayat (2) bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

Ditilik dari ajaran Islam, esensi kemerdekaan dan kebebasan beragama seperti disinggung di atas telah dikumandangkan 15 abad yang lalu. Dalam Surat Al Kafirun Allah SWT berfirman, artinya: “Katakanlah,’Wahai orang-orang kafir!’ aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak (pernah) menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.” Baca selengkapnya…

Kategori:Guratan Garin

Gempa Berselendang Agama

Februari 14, 2010 Tinggalkan komentar

Izhar Ilyas

MEMBACA Rubrik Rancah, Singgalang Minggu 23 September 2007, yang dirancah Sanak Alwi Karmena, berjudul: “Gempa! Si Gampo di Mana Gerangan”, tidak seperti biasa ketika itu saya benar-benar tagalenjek dibuatnya.

Betapa tidak akan tagalenjek, sebab seperti sama kita rasakan, gempa berkekuatan 7,9 SR yang terjadi sehari menjelang Ramadhan, kemudian hari pertama Ramadhan dengan kekuatan sedikit mengecil (7,7 SR) kembali menyusul dan seterusnya tanpa bisa diprediksi gempa itu dengan  berbagai skala saban sebentar terjadi. Rentetan kejadian itu dengan berbagai dampak yang ditimbulkannya benar-benar telah menyisakan traumatik, duka, ketakutan dan kekuatiran tidak terperikan. Baca selengkapnya…

Kategori:Guratan Garin

Di Balik Kemurkaan Allah

Februari 14, 2010 Tinggalkan komentar

Izhar Ilyas

Murkakah Engkau, Ya Allah … ? Demikian headline Harian Singgalang, Sabtu 19 Mei. Kalimat tersebut dicuplik dari resah Usman, seorang warga Pariaman ketika ia menyaksikan gulungan gelombang besar menghantam pantai tak jauh dari kediamannya.

Bersamaan dengan kejadian dimaksud, telah terjadi peristiwa serupa di berbagai daerah pesisir Sumatera Barat. Semua kejadian itu dengan berbagai dampak yang ditimbulkannya hampir sempurna diberitakan Singgalang edisi Sabtu lalu.

Sebuah kesadaran spritual, dalam galau telah menyesak kalbu Usman. Hal demikian membuatnya menyikapi kejadian itu berbeda dengan kebanyakan orang yang hampir tidak melihat persoalan tersebut dari sudut keilahian. Baca selengkapnya…

Kategori:Guratan Garin

Kesesatan Ahmadiyah

Februari 13, 2010 6 komentar

Izhar Ilyas

KONTROVERSI seputar Ahmadiyah, dengan terbitnya Rekomendasi Bakor Pakem yang memutuskan, bahwa Jemaat Ahmadiyah telah melakukan kegiatan atau penafsiran keagamaan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Islam serta menimbulkan keresahan dan pertentangan dalam masyarakat dan berpotensi mengganggu ketertiban umum, kembali menghangat.

Menyikapi keputusan Bakor Pakem itu, Ahmadiyah terlihat bergeming, malah seperti diberitakan harian Singgalang Padang, Kamis (17/4), mereka akan melakukan perlawanan melalui jalur hukum. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan melaporkan kasus yang mereka alami ke Dewan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Sementara dari kalangan umat Islam, terlihat menyambut hangat rekomendasi tersebut, namun juga tidak kurang ada yang menolak. Baca selengkapnya…

Benang Merah Dua Rasulullah

Februari 9, 2010 Tinggalkan komentar

Izhar Ilyas

Setelah keluarga Nabi Ibrahim as meyakini, tidak akan memperoleh keturunan dari perjalanan panjang pernikahan yang telah mereka tapaki, maka atas saran dan pertimbangan istrinya Sarah, Ibrahim kemudian menikahi Hajar. Dari pernikahannya dengan Hajar, tidak berselang lama lahirlah seorang kecintaan, diberi nama Isma’il. Setelah kelahiran Ismail, atas kuasa dan izin Allah SWT, Sarah yang telah sangat renta kemudian melahirkan si bungsu. Dia dinamai Ishaq.

Pendek cerita, Ibrahim kemudian membawa dan menempatkan Hajar bersama anaknya Ismail ke tanah Arab, tepatnya ke kota Mekah sekarang ini. Ketika sampai masanya, Ismail diangkat Allah SWT menjadi nabi. Tidak berbeda dengan Ismail, Ishaq pun kemudian mendapat tugas yang sama. Baca selengkapnya…

Kategori:Guratan Garin