Arsip

Archive for the ‘Kerusuhan Temanggung’ Category

Selidiki Dalang Rusuh Temanggung, Komnas HAM Bakal “Periksa” Polisi

Februari 12, 2011 Tinggalkan komentar
Republika

Republika – 1 jam 20 menit lalu
Selidiki Dalang Rusuh Temanggung, Komnas HAM Bakal “Periksa” Polisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan mengirim tim ke Temanggung, Jawa Tengah. Hal ini dilakukan untuk mengungkap dalang di balik aksi perusakan tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (8/2) silam. Karena itulah, agenda pertama yang akan dilakukan Komnas HAM adalah meminta penjelasan soal kejadian ini dari aparat kepolisian.

“Sebab aparat kepolisian terkesan lalai, jadi ini yang mau kita periksa,” kata Wakil Ketua Komnas HAM, Rida Saleh kepada Republika, Sabtu (12/2).

Fokus dari tim yang akan melakukan pemeriksaan dan akan diungkap, menurutnya, adalah kelalaian kepolisian atas kejadian tersebut. Apalagi, tambah dia, kejadian tersebut sangat terkait dengan tanggung jawab polisi di lapangan.

“Kok bisa terjadi, apa yang menyebabkan, apa ada kelalaian,” ujar dia. Karena itulah, ia memastikan bahwa agenda pertama yang sedang dirancang untuk keberangkatan tim ke Temanggung adalah memeriksa aparat kepolisian.

Gubernur Jateng Minta Masyarakat Percaya Aparat Keamanan

Februari 9, 2011 Tinggalkan komentar

Selasa, 8 Februari 2011 23:31 WIB | 486 Views

Kupang (ANTARA News) – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta masyarakat Jawa Tengah, khususnya Temanggung, untuk memercayakan penyelesaian aksi kekerasan di Temanggung kepada pihak keamanan serta terus memelihara ketertiban dan keamanan di wilayah masing-masing.

Hal itu disampaikan Bibit di Kupang, Selasa malam, di sela-sela kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saya minta agar masyarakat percaya kepada aparat keamanan, tidak perlu lagi diperpanjang, selesai sampai disini. Kembali ke kehidupan normal,” kata Bibit.

Dia menyatakan, aksi kekerasan massa itu dipicu oleh rasa ketidakpuasan terhadap proses hukum terkait masalah penistaan agama.

Bibit menyatakan ketika hal tersebut sudah diproses secara hukum dan keputusan sudah ada, maka seharusnya masyarakat bisa menerima proses hukum tersebut. Baca selengkapnya…

Hasyim: Waspadai Adu Domba Umat Beragama

Februari 9, 2011 Tinggalkan komentar

Selasa, 8 Februari 2011 22:12 WIB | 776 Views

Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Hasyim Muzadi. (ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) – Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) KH Hasyim Muzadi menyeru seluruh umat beragama agar tetap bersatu dan mewaspadai adu domba serta pengrusakan kehormatan dan nama baik umat beragama.

“Jangan tergesa-gesa menuduh agama lain dalam pengrusakan proyek dan simbol agama,” kata Hasyim di Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan hal itu menanggapi aksi pengrusakan gereja oleh massa di Temanggung, Jawa Tengah.

Dikatakannya, para pemimpin lintas agama hendaknya menyadari bahwa lintas agama plus beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) baru saja melakukan koreksi sangat tajam terhadap keadaan yang sedang berlaku. Baca selengkapnya…

MUI : Aksi Kekerasan Jangan Saling Dikaitkan

Februari 9, 2011 Tinggalkan komentar

Selasa, 8 Februari 2011 20:23 WIB | 805 Views

Majelis Ulama Indonesia (ANTARANews/Ist)

Semarang (ANTARA News) – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah, Prof. Ahmad Rofiq meminta aksi kekerasan yang bernuansa agama yang terjadi akhir-akhir ini jangan saling dikaitkan.

“Kami prihatin atas kerusuhan yang terjadi di Temanggung Selasa (8/2), padahal penyelesaian kasus kekerasan terhadap jamaah Ahmadiyah di Pandeglang, Banten belum selesai,” katanya di Semarang, Selasa.

Kerusuhan tersebut bermula dari ketidakpuasan warga pascapembacaan tuntutan kasus penistaan agama Islam di Pengadilan Negeri Temanggung dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan (50), hingga massa bertindak anarki yang menyebabkan sejumlah bangunan rusak dan beberapa orang terluka. Baca selengkapnya…

Uskup Semarang Minta Umat Temanggung Bersikap Cerdas

Februari 9, 2011 Tinggalkan komentar

Selasa, 8 Februari 2011 21:24 WIB | 646 Views

Magelang (ANTARA News) – Uskup Agung Semarang Monsinyur Johannes Pujasumarta meminta umat Kristiani di Temanggung, Jawa Tengah, bersikap cerdas dan tidak terpancing emosi terkait dengan amuk massa di daerah itu pascasidang kasus penistaan agama.

“Saya minta umat bersikap cerdas dan tidak emosi, juga tidak membalas kekerasan dengan kekerasan,” katanya ketika dihubungi dari Magelang, Selasa malam.

Dua gereja dan satu kompleks pendidikan Kristen di Temanggung, serta sejumlah kendaraan bermotor dirusak massa pascasidang dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan (50). Pada sidang Selasa siang itu terdakwa divonis hukuman lima tahun penjara.

Ia menyatakan menyesalkan terjadinya amuk massa tersebut karena cara-cara kekerasan tidak sesuai dengan kehidupan masyarakat yang beradab. Baca selengkapnya…

Empat Korban Kerusuhan Temanggung Dirawat Inap

Februari 8, 2011 Tinggalkan komentar

Selasa, 8 Februari 2011 17:25 WIB | 536 Views

Seorang warga melintasi kantin di teras gereja Betel, Graha Shekinah yang dirusak masa pada kerusuhan sidang vonis kasus penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan di Temanggung, Jateng, Selasa (8/2). (ANTARA/Anis Efizudin) 

Temanggung (ANTARA News) – Empat dari sembilan orang yang menjadi korban kerusuhan Temanggung, Jawa Tengah, harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Daerah Djojonegoro, Temanggung.

Petugas Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Djojonegoro, dr Puji Indarti di Temanggung, Selasa, menyebutkan keempatnya adalah Solahudin (40) warga Mandisari, Raihanif (15) warga Noyogaten, Madyo (49) warga Campursari, dan Sukarman (28) warga Madureso. Baca selengkapnya…

Kerusuhan Temanggung, 9 Korban Dirawat

Februari 8, 2011 Tinggalkan komentar

TEMANGGUNG | SURYA Online – Sembilan korban luka saat kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah, pascasidang lanjutan kasus penistaan agama di pengadilan negeri setempat dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan (50), dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Djojonegoro, Temanggung, Rabu (8/2/2011).

Korban yang sebagian besar warga Temanggung itu adalah Solahudin (40) warga Mandisari, Raihanif (15) warga Noyogaten, Madyo (49) warga Campursari, Iwan (37) warga Jalan S. Parman Kota Temanggung, Sukarman (28) warga Madureso.

Selain itu, Jurewi (18) warga Tanggulanom, Sriyati (55) dan Cecep Andi, keduanya warga Kedu, serta Supangat (15), warga Ngablak, Kabupaten Magelang. Baca selengkapnya…