Arsip

Archive for the ‘Mesir Membara’ Category

Rumor Hosni Mubarak Kabur Ke Israel Dalam Kondisi Kritis

Februari 20, 2011 Tinggalkan komentar
Rabu, 16 Feb 2011

KAIRO (voa-islam.com): Beberapa laporan pers membicarakan tentang kedatangan Presiden Mesir yang digulingkan Hosni Mubarak ke kota Eilat, “Israel”, pada hari Selasa, di mana ia dan rombongannya singgah di sebuah hotel mewah di kota tersebut.

Situs “El-Arab” melaporkan mengetahui keberadaan Mubarak di kota Eilat di mana ia dan rombongannya singgah di sebuah hotel mewah di kota tersebut dua jam setelah tiba disana dengan sebuah pesawat di mana pesawat tersebut terlihat mendarat di halaman hotel.

Situs ini mengutip dari seorang sumber yang dirahasiakan identitasnya bahwa ia melihat di dekat sebuah hotel mewah gerakan aneh yang membuatnya penasaran dan ingin tahu dan melihat kehadiran pasukan keamanan Israel yang padat yang mengelilingi hotel, di samping sebuah balon besar diluncurkan untuk memantau gerakan di kota wisata tersebut. Baca selengkapnya…

Sakit Keras, Mubarak Menolak Dirawat

Februari 16, 2011 Tinggalkan komentar
Liputan 6

Liputan 6 – Rabu, 16 Februari

Liputan6.com, Kairo: Akibat mendapatkan tekanan psikis terus-menerus, presiden terguling Hosni Mubarak tidak sadarkan diri. Sejumlah surat kabar Mesir mewartakan, Selasa (15/2), Mubarak mengalami depresi. Namun, mantan pemimpin Mesir yang berkuasa selama 30 tahun ini menolak untuk minum obat dan pingsan berulang kali. Beberapa dokter dan ambulans terlihat berada di depan kediaman Mubarak di Sharm el-Sheikh, Mesir. “Mubarak sedang tidak sehat. Bahkan, keadaannya sangat buruk,” ungkap salah seorang penjaga keamanan di rumahnya.

Berdasarkan laporan, Mubarak mengalami stres berat selama 24 jam terakhir. Selain mengalami masalah dengan kedudukannya, Mubarak juga terlibat pertengkaran dengan anak laki-lakinya. Mubarak menuduh Gamal telah menghancurkan nama baik dan sejarahnya selama berkuasa 30 tahun di Mesir. Gamal dituduh mencemari citra ayahnya dengan membantu mitra bisnisnya untuk menjadi pemimpin politik, serta mendorong korupsi merajalela di negara itu.

Pada Maret tahun silam di Jerman, Mubarak telah menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedunya, serta tumor jinak di usus. Sebenarnya, kondisi kesehatan Mubarak ini telah lama dirahasiakan sepanjang karier politiknya.(DES/ANS/Newkerala)

Ehud barak: Tenang, Hubungan Mesir-Israel Aman

Februari 15, 2011 Tinggalkan komentar
Republika 

Republika – Senin, 14 Februari

REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIV – Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, menenangkan kecemasan warganya tentang hubungan Mesir-Israel pascatumbangnya rezim Mubarak. “Saya tidak berpikir hubungan antara Israel dan Mesir berada dalam risiko atau yang ada jenis risiko operasional menunggu kita,” katanya pada stasiun televisi ABC.

Namun ia menyebut, pemilu dipercepat “sedikit berisiko”. ia menyebut “pemenang yang sebenarnya” dari setiap pemilihan jangka pendek, diselenggarakan dalam waktu 90 hari misalnya, akan dimenangkan Ikhwanul Muslimin.

“Biasanya dalam sebuah gerakan yang melibatkan kekerasan, ada letusan sentimen idealis pada saat pertama,” katanya. “Dan di kemudian hari, lebih cepat daripada nanti, satu-satunya kelompok yang koheren, terfokus, siap untuk membunuh dan dibunuh, jika perlu, akan mengambil alih kekuasaan di Mesir, dan itu harus dihindari. Itu bisa menjadi bencana bagi seluruh wilayah.” Baca selengkapnya…

Mahfudz: Mundurnya Mubarak Akan Memberikan Efek Domino

Februari 12, 2011 Tinggalkan komentar
Antara

Antara – 45 menit lalu

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Sidik menilai, mundurnya Hosni Mubarak dari jabatan Presiden Mesir akan ditandai dengan berlanjutnya efek domino perubahan politik di Timur Tengah yang masih dikuasai rezim-rezim otoriter.

“Mundurnya Hosni Mubarak dari jabatan Presiden Mesir yang telah dijabatnya selama 30 tahun, akan menandai babak baru peta politik di kawasan Arab yang ditandai dengan regenerasi kepemimpinan, reorientasi kebijakan politik ke arah penguatan Pan-Arabisme, serta penataan ulang hubungan Arab dengan Barat, khususnya Israel,” kata Mahfudz Sidik ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu.

Menurut dia, dunia Barat yang dimotori Amerika Serikat pasti akan bekerja keras untuk mengawal proses transisi, agar razim baru yang akan tampil sebagai pemimpin di Mesir tetap dalam koridor kepentingan besar Barat dan Israel. Baca selengkapnya…

Pengamat: Mundurnya Mubarak Awal Demokrasi di Mesir

Februari 12, 2011 Tinggalkan komentar
Antara

Antara – 1 jam 46 menit lalu
Pengamat: Mundurnya Mubarak Awal Demokrasi di Mesir

Jember (ANTARA) – Pengamat politik dari Universitas Jember (Unej) Drs Joko Susilo, M.Si menilai, mundurnya Presiden Mesir Hosni Mubarak merupakan langkah awal demokrasi di salah satu negara tertua di dunia tersebut.

“Jutaan rakyat Mesir menyambut gembira atas mundurnya Hosni Mubarak karena rezim diktator telah berakhir,” ucap Joko Susilo di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu.

Wakil Presiden Mesir Omar Suleiman mengumumkan mundurnya Mubarak dari jabatannya, dan menyerahkan kekuasaannya kepada Dewan Tertinggi Militer, Jumat (11/2) malam. Baca selengkapnya…

Tokoh kunci militer Mesir

Februari 12, 2011 Tinggalkan komentar
Terbaru  11 Februari 2011 – 20:56 GMT
Dewan militerDewan militer Mesir kini memegang kekuasaan sementara di Mesir. 

Ketika mengumumkan pengunduran diri Presiden Husni Mubarak, Wakil Presiden Omar Suleiman juga menyebutkan kekuasaan sementara diserahkan kepada Dewan Militer.

Selama unjuk rasa berlangsung, militer Mesir mengambil posisi untuk tidak mengambil tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

Dan dalam pernyataan yang dikeluarkan sehari sebelum Mubarak mundur (Kamis 10 Februari), Dewan Militer mengatakan akan tetap melindungi bangsa dan memenuhi aspirasi rakyat. Baca selengkapnya…

Kategori:Mesir Membara

Mesir Masuki Masa Transisi Setelah Presiden Mubarak Mundur

Februari 12, 2011 Tinggalkan komentar

Sabtu, 12 Februari 2011 01:53 WIB | 584 Views

Oleh Mohammad Anthoni

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Mesir Hosni Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada militer Jumat malam setelah para pengunjuk rasa tiada henti menuntutnya mundur dari kursi kepresidenan sejak 25 Januari silam.

Beberapa jam sebelum taklimat pengunduran diri, Presiden Mubarak bersama keluarganya telah meninggal ibu kota Kairo ke Sharm El Shaeikh (500 km arah timur Kairo). Sejauh ini belum diketahui akankah dia dan keluarganya tetap berada di Mesir atau pergi untuk mengasingkan diri seperti Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali yang digulingkan oleh revolusi rakyat beberapa waktu lalu.

Militer Mesir yang telah menerima kekuasaan dari Presiden Mubarak segera membubarkan kabinet pimpinan Perdana Menteri Ahmed Shafiq yang ditunjuk oleh Presiden Mubarak dua pekan lalu menyusul pengunduran diri kabinet pimpinan PM Ahmed Nazif pada 28 Januari. Baca selengkapnya…