Arsip

Archive for the ‘Millah Ibrahim.Com’ Category

Hukum Berloyalitas Kepada Musyrikin

Desember 25, 2010 Tinggalkan komentar

Berloyalitas dalam bahasa Arabnya adalah Al Wala atau muwaalah yang bermakna al mahabbah (cinta), an nushrah (pemberian bantuan), al mutaba’ah (mengikuti), dan al muwaafaqah (sikap setuju) sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Katsir dalam An Nihayah.

Allah melarang orang muslim berwala dengan orang kafir :

“Engkau tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, meskipun mereka itu ayah-ayah mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka atau karib kerabatnya…” (QS. Al Mujadillah [58] : 22)

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala :

“Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpin mereka, sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Dan siapa yang tawalliy kepada mereka di antara kalian maka, maka sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dzalim” (QS. Al Maidah [5] : 51) Baca selengkapnya…

PLEDOI USTADZ AMAN ABDURRAHMAN HAFIDZAHULLAH

Desember 21, 2010 Tinggalkan komentar

YANG BERSALAH ITU FIR’AUN BUKAN KAMI

إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ

 

Segala puji hanyalah milik Allah Penguasa alam semesta yang kepada-Nyalah segala putusan diserahkan, yang tiada kebenaran kecuali bila bersumber dari ajaran-Nya, dan tiada kebersalahan kecuali bila dinyatakan salah di dalam ajaran-Nya.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah yang diutus dengan membawa hukum dan ajaran yang barangsiapa menyelisihinya dan menyimpang darinya, maka dia telah sesat jalannya. Sungguh tiada kesalahan dan pelanggaran kecuali dalam pelanggaran terhadap hukum yang dibawanya. Wa ba’du:

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ

“Sesungguhnya Fir’aun, Haman dan bala tentaranya, mereka itu adalah orang-orang yang bersalah.” (Al Qashash: 8 ) Baca selengkapnya…

KETIKA LOGIKA KEKUATAN BERKUASA

Desember 10, 2010 2 komentar

Segala puji hanya milik Allah Rabbul ‘Alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul-Nya, keluarganya dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat.

Sesungguhnya logika kekuatan adalah bisa mengalahkan kekuatan logika, dan bahkan bisa mendiktekan keinginan kepadanya serta memutar balik kenyataan dan juga menetapkan kamus kebaikan dan keburukan sesuai dengan yang diinginkannya. Dan itulah yang dilakukan semua rezim Fir’aun yang ada di muka bumi ini, baik dahulu maupun sekarang.

Sudah menjadi konsekuensi tauhid dan pengakuan bahwa hanya Allah ta’ala lah Sang Pembuat hukum dan aturan yang diberlakukan kepada hamba-hamba-Nya adalah penerimaan bahwa tidak ada kebaikan kecuali apa yang dinyatakan baik oleh-Nya, tidak ada keburukan kecuali apa yang dinyatakan buruk oleh-Nya dan seterusnya. Baca selengkapnya…

NASEHAT BAGI SAUDARA MUWAHHID

Desember 6, 2010 Tinggalkan komentar

Segala puji hanya milik Allah ta’ala yang menjadikan kebaikan di dalam sesuatu yang tidak disukai jiwa….. Segala sanjungan hanya pantas ditujukan kepada Allah yang telah mengajarkan ilmu kepahaman akan dien di balik perjuangan… Bagi-Nyalah pujian di awal dan di akhir atas karunia kenikmatan iman di balik penderitaan di jalan-Nya…

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada penghulu muwahhidien, pengajar kebaikan dan Rasul panutan yang menjadi uswah hasanah di dalam memikul beban dakwah tauhid, keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya sampai hari kiamat…. Wa ba’du:

Sesungguhnya dakwah tauhid yang dibawa para nabi itu bukanlah sekedar ucapan yang dilontarkan begitu saja atau obrolan teoritis semata di hadapan halayak bahwa ini tauhid… ini syirik.. ini thaghut dan lain sebagainya. Akan tetapi ia adalah ucapan yang hidup dan bisa menggerakkan, ia adalah ucapan yang mengandung beban dan konsekuensi, dan ia juga adalah ucapan yang mengandung reaksi dan konfrontasi. Dan setelahnya hiduplah orang yang hidup diatas kejelasan, dan matilah orang yang mati diatas kejelasan, dan ini akan lebih nampak jelas saat pelakunya hidup di bawah sistim kejahiliyyahan yang dipaksakan… Baca selengkapnya…

Penyaluran Harta Yang Haram

Desember 2, 2010 Tinggalkan komentar

Syaikh Abdul Qadir Ibnu Abdil Aziz berkata di dalam Kitab Al ‘Umdah fi I’dadul ‘Uddah hal 64-66:

Seorang ikhwan bertanya kepada saya tentang orang yang mendapatkan harta yang haram atau mayoritas hasil usahanya haram, maka apakah diterima darinya sumbangan dana untuk jihad, padahal hal ini diketahui?

Maka saya ingin menjawabnya dengan apa yang dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam hal ini, beliau berkata: [Termasuk seandainya orang itu telah membawa harta haram yang sulit dikembalikan kepada pemiliknya, karena dia tidak mengetahui para pemiliknya itu dan hal serupa itu, atau padanya ada barang titipan atau barang gadaian atau barang pinjaman yang sulit untuk mengetahui para pemiliknya, maka hendaklah ia infaqkan di jalan Allah, karena sesungguhnya itu adalah tempat penyalurannya. Baca selengkapnya…

Makna Laailaahaillallah

November 13, 2010 Tinggalkan komentar

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya seluruhnya. Wa ba’du:

Apa yang dikandung oleh Laa ilaaha illallaah sebagaimana apa yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah yaitu menafikan atau meniadakan empat hal, maksudnya orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah, dikatakan memegang Laa ilaaha illallaah dan dikatakan muslim-mukmin adalah apabila dia meninggalkan atau menjauhi, atau berlepas diri dari empat hal, yaitu:

1. Alihah (Sembahan-sembahan)

2. Arbab  (tuhan-tuhan pengatur)

3. Andad (tandingan-tandingan)

4. Thaghut

Jadi Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk berlepas diri, menjauhi, meninggalkan empat hal tadi dan kita akan membahas satu demi satu dari keempat hal tersebut. Baca selengkapnya…

Siapakah Thaghut…?

Oktober 29, 2010 Tinggalkan komentar

Thaghut adalah segala yang dilampaui batasnya oleh hamba, baik itu yang diikuti atau ditaati atau diibadati. Thaghut itu banyak, apalagi pada masa sekarang. Adapun pentolan-pentolan thaghut itu ada 5, diantaranya:

1. Syaithan

Syaitan yang mengajak ibadah kepada selain Allah. Adapun tentang makna ibadah tersebut dan macam-macamnya telah anda pahami dalam uraian sebelumnya. Syaitan ada dua macam: Syaitan Jin dan Syaitan Manusia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan begitulah Kami jadikan bagi tiap nabi musuhnya berupa syaitan-syaitan manusia  dan jin”  (Al An’am: 112)

Dan firmanNya Ta’ala:

“Yang membisikkan dalam dada-dada manusia, berupa jin dan manusia” (An Naas: 5-6) Baca selengkapnya…