Arsip

Archive for the ‘Pendidikan’ Category

SBY Diminta Hentikan Anggaran Sekolah RSBI

Oktober 27, 2011 Tinggalkan komentar
TRIBUNnews.comOleh Ferdinand Waskita | TRIBUNnews.com – 58 menit yang lalu

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berlaku tidak adil dan diskriminasi dalam menerapkan anggaran pendidikan. Hal itu terlihat dengan adanya anggaran untuk sekolah standar internasional.

“Pada tahun anggaran 2012, pemerintah SBY tetap mengalokasikan anggaran untuk program Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) maupun Sekolah Bertaraf Internasional (SBI),” kata Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional (Seknas) FITRA, Uchok Sky Khadafi dalam rilisnya, Kamis (2710/2011).

Cacatan FITRA memperlihatkan alokasi anggaran pada tahun 2012 sebesar Rp. 242 milyar dan alokasi anggaran untuk sekolah standar nasional sebesar Rp108 milyar. Pada tahun anggaran 2012 ini, untuk alokasi anggaran sekolah bertaraf internasional mengalami penurunan sebesar Rp 47.612.929.000 bila dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2011 sebesar Rp289 milyar. Baca selengkapnya…

Kategori:Pendidikan

Siti Fatima, Juara Astronomi dari Sebuah Gubuk

September 23, 2011 Tinggalkan komentar

Liputan 6Liputan 6 – 9 jam yang lalu

  • Siti Fatima, Juara Astronomi dari Sebuah Gubuk
    Siti Fatima, Juara Astronomi dari Sebuah Gubuk

Liputan6.com, Sampang: Gubuk itu sederhana dan berlantai tanah di tengah tegalan di Dusun Dualas, Pangongseyan, Sampang, Madura, Jawa Timur. Tidak akan ada yang menyangka jika gubuk itu dihuni seorang siswi yang baru-baru ini keluar sebagai juara nasional bidang astronomi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2011 di Manado, Sulawesi Utara.

Kemiskinan agaknya membuat Siti Fatima terpacu untuk belajar dengan rajin. Kegigihannya tidak hanya dalam belajar. Untuk berangkat ke sekolah yang jauhnya delapan kilometer, siswi kelas tiga SMA Negeri 1 Sampang ini harus berjalan kaki satu kilometer dari rumahnya karena tidak bisa dilalui sepeda motor. Setelah itu baru diantar pamannya ke jalan raya untuk selanjutnya naik angkutan ke sekolah.

Sayang, prestasi yang diraihnya di tingkat nasional dan regional di bidang astronomi kurang mendapatkan perhatian banyak kalangan. Siti Fatima hanya berharap bisa masuk Institut Teknologi Bandung jika nanti lulus dari SMA. Semoga saja, Siti yang sudah yatim dan memiliki ibu sebagai penjual ikan keliling itu bisa mengharumkan bangsa di masa depan.(ADO)

Kategori:Pendidikan

komentar terhadap peringatan rektor UBH

oleh Djoe Na pada pada 02hb Jun 2011 pukul 9.40 ptg
PROMOSI BOLEH, TAPI HARGAI PIHAK LAIN
Oleh: Arjuna Nusantara

“Biaya Kuliah di UBH Murah, Hati-hati Memilih PTS”-salah satu judul laporan di Singgalang edisi Rabu, 1 Juni 2011, halaman depan. Laporan ini mengupas tentang peringatan rektor UBH terhadap calon mahasiswa. Dalam laporan ini, Hafrizal Syandri selaku rektor UBH menginginkan calon mahasiswa hati-hati dalam memilih PTS (Perguruan Tinggi Suwasta). Seperti yang dikutip Singgalang, “Jika salah memilih, bakal berakibat fatal. Misalnya ijazah yang diupayakan bertahun-tahun bisa tidak diakui pemerintah,” ujar rektor UBH.

Kemudian, rektor UBH menyarankan agar calon mahasiswa memilih jurusan yang sudah terakreditasi di PTS pilihan. Dengan terakreditasinya jurusan tertentu menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap keberadaan atau eksistensi program studi tersebut.

Menurut hemat penulis, Rektor UBH telah melakukan sebuah kesalahan dengan mengeluarkan peringatan yang sifatnya propaganda. Dengan peringatan tersebut, secara tidak langsung mengurangi minat calon mahasiswa untuk menuntut ilmu di jurusan PTS yang belum terakreditasi. Bagi PTS yang memiliki jurusan yang belum terakreditasi tentu akan merasa risih dengan pernyataan rektor UBH ini. Seolah, Hafrizal Syandri, merupakan Rektor yang membawa UBH seperti sekarang ini. Seolah, dia yang membuat 23 jurusan di UBH di akreditasi. Baca selengkapnya…

Kategori:Pendidikan

Siswa Siswi Jepang Paling Sopan di Dunia

RepublikaRepublika – Sel, 24 Mei 2011

REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO – Jepang bisa membanggakan disiplin siswa-siswi negara tersebut di sekolah. Perilaku siswa Jepang di kelas itu lebih baik atau terbaik dunia. Demikian hasil penelitian internasional.

Menurut hasil penelitian tersebut, murid-murid di Jepang menempati posisi tertinggi dalam peringkat perilaku baik. Laporan dari forum kerjasama ekonomi OECD mendapati jumlah gangguan di kelas pada tahun 2009 lebih sedikit jika dibandingkan angka hasil penelitian tahun 2000.

Siswa-siswi di Inggris berperilaku lebih baik jika dibandingan perilaku rata-rata siswa di negara lain. Namun, negara dan kawasan Asia mendominasi posisi teratas di daftar peringkat perilaku terbaik. Baca selengkapnya…

Kategori:Pendidikan

Anak-anak Sangat Mempercayai Bacaan Online

InilahOleh Billy A Banggawan | Inilah – Min, 8 Mei 2011

INILAH.COM, Jakarta – Siapa saja bisa menerbitkan apa pun secara online. Sayangnya, anak-anak tidak diajari cara meneliti keabsahan informasinya. Sehingga seringkali mereka terkecoh.

Hasil studi terbaru mengungkap dampak yang mengejutkan dan banyak implikasinya yang akan sangat mempengaruhi masa depan generasi muda. Untuk studi ini, profesor pendidikan Donald Leu di University of Connecticut dan rekannya memilih 53 pembaca terbaik dari kelas tujuh di sekolah kabupaten berpendapatan rendah di South Carolina dan Connecticut.

Tim ini meyakinkan anak-anak untuk mau menilai keandalan informasi yang ada dalam laman Web. “Mereka tak diberitahu informasi itu benar, mereka hanya diminta untuk mengevaluasi apakah informasi itu benar,” ujar Leu. Baca selengkapnya…

Kategori:Pendidikan

Nah…Ikut Gaya Cina atau Baratkah Model Pengasuhan Anda?

RepublikaRepublika – Kam, 14 Apr 2011 18.13 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Anda pernah membaca buku Battle Hymn of the Tiger Mother? Karya Amy Chua ini merupakan best seller tengah yang menjadi perbincangan warga dunia. Dalam memoarnya, ibu dari Sophia (18 tahun) dan Louisa (14 tahun) itu menceritakan kesuksesan serta kesalahan yang dibuatnya dalam mengasuh anak dengan gaya tradisional Cina.

Orang tua Cina memang terkenal otoriter. Kedisiplinan dan kerja keras demi menggapai sukses mereka pertahankan di manapun berada. “Ini menjadi nilai yang diakui bersama oleh warga Cina,” jelas sosiolog Erna Karim.

Di satu sisi, Amy mendapat acungan jempol atas hasil pengasuhannya. Di usia 14 tahun, jemari si sulung, Sophia, lincah menari-nari di atas tuts piano di Carnegie Hall. Sedangkan, adiknya, Louisa memainkan biola tanpa sedikitpun nada sumbang. Seolah memenuhi tuntutan sang bunda, keduanya juga tampil sebagai jagoan akademik. Baca selengkapnya…

Kategori:Pendidikan

Mendidik Anak ala China Lebih Berhasil Ketimbang Gaya Barat?

Februari 20, 2011 Tinggalkan komentar

Minggu, 20/02/2011 15:40 WIB

Irna Gustia – detikHealth

img
img 

(Foto: thinkstock)

Jakarta, Orangtua keturunan China dianggap begitu superior terhadap anaknya sedangkan orangtua di negara-negara Barat lebih demokratis dan menghargai individu anak. Belakangan mulai jadi perdebatan, bahwa mencetak anak yang berhasil ternyata lebih tepat dengan gaya mendidik ala China. Benarkah demikian? Baca selengkapnya…

Kategori:Pendidikan